IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Uang kartal Indonesia naik hampir lima kali lipat sejak 2009 — rasionya baru bisa dihitung sejak akhir 2025

Uang kartal beredar naik dari Rp279,0 triliun pada akhir 2009 menjadi Rp1.332,5 triliun pada Agustus 2026. Bagiannya terhadap M2 berada di kisaran 12,5% sampai 13,4% sejak akhir 2025 — satu-satunya rentang yang bisa dihitung, dan tulisan ini menjelaskan mengapa.

CapsWindowTerbit:
M2Inflasi

Berapa banyak uang kartal beredar di Indonesia

Hampir lima kali lipat dibanding tujuh belas tahun lalu. Uang kartal beredar naik dari Rp279.028,8 miliar pada akhir 2009 menjadi Rp1.204.536,4 miliar pada akhir 2024 dan Rp1.332.487 miliar pada Agustus 2026 (Bank Indonesia).

Panduan visual

Berapa banyak uang kartal beredar di Indonesia

Uang kartal beredar (Rp miliar)

  • Desember 2009279.028,8
  • Desember 2014528.537,3
  • Desember 2019793.726,6
  • Desember 20241.204.536,4
  • Desember 20251.359.935
  • Agustus 20261.332.487

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

Akhir periodeUang kartal beredar (Rp miliar)
Desember 2009279.028,8
Desember 2014528.537,3
Desember 2019793.726,6
Desember 20241.204.536,4
Desember 20251.359.935
Agustus 20261.332.487
Rp279,0 triliun → Rp1.332,5 triliun
Uang kartal beredar, Desember 2009 sampai Agustus 2026 (Bank Indonesia)

Rasionya hanya bisa dihitung untuk periode terakhir

Pertanyaan yang lebih berguna bukan berapa banyak uang kartal ada, melainkan seberapa besar bagiannya dalam keseluruhan uang. Untuk Indonesia, pertanyaan itu baru bisa dijawab sejak akhir 2025.

Akhir periodeUang kartal (Rp miliar)M2 (Rp miliar)Tunai ÷ M2
Desember 20251.359.93510.134.70013,42%
Maret 20261.346.66410.355.70013,00%
Juni 20261.314.82310.432.00012,60%
Juli 20261.314.25110.371.10012,67%

Dalam rentang delapan bulan itu rasionya bergerak antara 12,53% dan 13,42%. Rentang sependek ini tidak cukup untuk menyimpulkan arah tren, dan tulisan ini tidak menyimpulkannya.

Sel untuk 2009, 2014, 2019, dan 2024 dibiarkan kosong karena seri M2 situs ini untuk Indonesia baru mulai Juni 2025. Itu adalah celah cakupan data, bukan nol, dan tidak ada sumber M2 lain yang disambungkan untuk mengisinya. Konsep di sini adalah uang kartal beredar, yang termasuk uang tunai di bank; pada tabel perbandingan di bawah, Taiwan dan Vietnam memakai konsep yang mengecualikannya, sehingga tabel itu dapat dibaca untuk arah tetapi tidak untuk level.

Sisi pembayaran tidak terukur sama sekali

Pertanyaan lanjutannya — berapa banyak dari uang kartal itu yang benar-benar dibelanjakan — tidak punya jawaban resmi di Indonesia.

Bank Indonesia menerbitkan statistik sistem pembayaran yang mencatat pertumbuhan instrumen non-tunai, tetapi tidak ada baris untuk tunai dan tidak ada penyebut yang mencakup tunai. Tidak ada bagian pembayaran tunai, baik atas dasar jumlah transaksi maupun nilai. Hal itu diperiksa terhadap statistik sistem pembayaran BI dan laporan tahunannya.

Dari sembilan pasar dalam perbandingan ini, hanya tiga yang menerbitkan ukuran semacam itu. Yang paling jelas adalah Thailand: bagian tunai dari jumlah transaksi turun dari 86,8% pada 2021 menjadi 66% pada 2023, sementara stok uang kartalnya justru naik. Tanpa angka pembanding seperti itu, sisi penggunaan di Indonesia tetap tidak terukur.

Tidak ada estimasi lembaga konsultan atau jaringan kartu yang dipakai sebagai pengganti statistik yang hilang.

Apakah semua pasar tampak sama

Tidak, dan itulah hasil paling menarik dari perbandingan ini.

PasarDes 2009Des 2019Des 2024Konsep
Taiwan3,12%4,61%5,17%dipegang publik
Hong Kong5,82%7,12%7,25%beredar
Malaysia—5,85%6,89%beredar
Singapura——8,06%beredar
Thailand9,85%9,29%10,10%beredar
Jepang11,19%11,32%10,23%beredar
Indonesia———beredar
Vietnam14,01%11,33%9,10%di luar bank
Filipina15,01%13,66%14,85%beredar

Taiwan, Hong Kong, dan Malaysia naik. Vietnam turun dari 14,01% menjadi 9,10% dan Jepang dari 11,19% menjadi 10,23%; stok uang kertas Jepang sendiri memuncak pada Desember 2024 dan turun sejak itu. Jadi “tunai sedang ditimbun di mana-mana” bukan yang ditunjukkan data. Baris Indonesia kosong pada ketiga tanggal itu karena alasan cakupan data yang dijelaskan di atas; pembacaan 12,67% pada Juli 2026 berdiri sendiri dan tidak bisa dibandingkan lintas waktu dengan kolom-kolom itu.

Perbedaan antarpasar mengikuti konteks penggunaan tunai: seberapa jauh infrastruktur pembayaran menjangkau, ukuran sektor informal, arus tunai wisatawan, dan permintaan tunai di wilayah kepulauan yang jauh dari jaringan perbankan. Paragraf ini adalah penafsiran; angka dalam tabel adalah observasi dari statistik yang diterbitkan.

Yang perlu diperiksa saat membaca angka ini

Mulai dari konsepnya. “Uang kartal diterbitkan”, “uang kartal beredar”, dan “uang kartal dipegang publik” adalah tiga angka berbeda, dipisahkan oleh uang tunai yang berada di bank. Tabel memberi label pada setiap baris justru karena itu.

Lalu periksa panjang serinya. Rasio yang hanya punya delapan bulan data tidak bisa dipakai untuk menyatakan tren. Di sini rentang itu ditampilkan apa adanya, tanpa ditarik menjadi kesimpulan.

Terakhir, jangan membaca tunai ÷ M2 sebagai hal lain. Itu adalah bagian matematis tunai di dalam agregat moneter. Itu bukan ukuran “inflasi sebenarnya” dan bukan ukuran ekonomi informal. Bagian yang tinggi tidak dengan sendirinya berarti sektor informal yang besar.

Bandingkan jumlah yang sama dengan beberapa dasar →

Pertanyaan umum

Berapa banyak uang kartal beredar di Indonesia?

Rp1.332.487 miliar pada Agustus 2026, naik dari Rp1.204.536,4 miliar pada akhir 2024 dan Rp279.028,8 miliar pada akhir 2009. Nilainya naik hampir lima kali lipat dalam tujuh belas tahun.

Mengapa rasio uang kartal terhadap M2 hanya ada untuk periode terakhir?

Karena seri M2 situs ini untuk Indonesia baru mulai Juni 2025. Rasio setara karena itu hanya bisa dihitung sejak Desember 2025, yaitu 13,42%, sampai Juli 2026, yaitu 12,67%. Sel yang lebih awal dibiarkan kosong daripada diisi dengan sumber M2 lain.

Berapa bagian pembayaran di Indonesia yang dilakukan dengan tunai?

Bank Indonesia tidak menerbitkan angka itu. Statistik sistem pembayaran BI mencatat pertumbuhan instrumen non-tunai tetapi tidak memuat baris tunai maupun penyebut yang mencakup tunai. Dari sembilan pasar di sini, hanya Thailand, Taiwan, dan Jepang yang menerbitkan ukuran semacam itu.

Apakah tunai naik di seluruh Asia?

Tidak. Taiwan naik dari 3,12% menjadi 5,17% dari M2 dan Hong Kong dari 5,82% menjadi 7,25%, tetapi Vietnam turun dari 14,01% menjadi 9,10% dan Jepang dari 11,19% menjadi 10,23%. Stok uang kertas Jepang sendiri memuncak pada Desember 2024.

Sumber

  1. CapsWindow · Data & metode ↗
  2. Bank Indonesia · Uang kartal yang diedarkan (SEKI) ↗
  3. Bank Indonesia · Statistik Ekonomi dan Keuangan Indonesia ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya