Mengapa kurs mengubah tolok ukur AS dalam IDR?
Ikuti konversi IDR ke USD, penerapan rasio indeks AS, lalu konversi kembali; pahami arah kuotasi dan batas perhitungan.

Mengapa indeks AS saja tidak cukup?
Jumlah dalam IDR dan indeks AS memiliki dasar mata uang berbeda. CapsWindow mengonversi jumlah awal ke USD, menerapkan rasio M2 atau CPI AS, lalu mengonversinya kembali memakai kurs akhir. Karena itu, kenaikan indeks AS bisa menghasilkan kenaikan yang lebih besar atau lebih kecil dalam IDR.
Federal Reserve · H.10: exchange-rate quotation
Apa rumus tiga langkahnya?
Dengan A sebagai jumlah awal, E0 dan E1 sebagai kurs awal dan akhir dalam IDR/USD, serta U0 dan U1 sebagai indeks AS, rumusnya adalah (A / E0) × (U1 / U0) × E1. Asumsikan A=1.000, E0=10, E1=12 dan U1/U0=1,10: hasil berturut-turut 100 USD, 110 USD, lalu 1.320 IDR. Ini bukan kuotasi nyata untuk IDR.
| Dari | Rumus | Sampai |
|---|---|---|
| 1000 IDR | 1000 / 10 | 100 USD |
| 100 USD | 100 × 1.10 | 110 USD |
| 110 USD | 110 × 12 | 1320 IDR |
Detail apa yang mudah keliru?
E yang naik berarti satu USD memerlukan lebih banyak IDR: mata uang lokal melemah terhadap dolar. Jika sumber memakai USD per unit lokal, gunakan kebalikannya. Samakan bulan observasi. Perkalian rata-rata bulanan adalah perbandingan periode, bukan rekonstruksi transaksi harian. Spread bank, biaya dan pajak tidak termasuk.
Bagaimana membandingkan empat hasil?
Bandingkan M2 lokal, CPI lokal, serta M2 dan CPI AS yang dikonversi ke IDR pada periode yang sama. Hasil AS bukan ukuran harga konsumen lokal. Pisahkan kontribusi indeks dolar dan kurs. Jika data kurang, hasil seharusnya tidak tersedia, bukan memakai kurs buatan.
Pertanyaan umum
Apakah hasil lebih besar berarti indeks AS naik lebih cepat?
Belum tentu. Perubahan IDR/USD dapat memperkuat atau mengimbangi perubahan indeks AS.
Apakah ini imbal hasil memegang dolar?
Bukan. Ini perbandingan statistik tanpa simulasi bunga, waktu transaksi, spread, biaya atau pajak.