Berapa persen rupiah melemah di setiap krisis
Pada krisis 1997 rupiah melemah 467,4% dalam tiga belas bulan. Putaran yang berjalan sejak September 2024 melemah 17,5% dalam dua puluh dua bulan. Perbandingan besaran, kecepatan, dan waktu pemulihan lima putaran dengan satu seri kurs rata-rata bulanan.
Berapa persen rupiah melemah di setiap krisis
Paling dalam 467,4% pada putaran 1997, dan antara 9,2% sampai 28,3% pada empat putaran sesudahnya. Tabel di bawah memakai kurs rata-rata bulanan rupiah terhadap dolar AS dari satu seri yang sama, dihitung dari bulan dasar ke rata-rata bulanan tertinggi dalam rentang pencarian (BIS, kurs bilateral).
Berapa persen rupiah melemah di setiap krisis
Pelemahan
Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.
| Putaran | Bulan dasar | Puncak (rata-rata bulanan) | Pelemahan | Lama |
|---|---|---|---|---|
| Krisis 1997 | 2.445 (Jun 1997) | 13.876 (Jul 1998) | +467,4% | 13 bulan |
| Krisis keuangan 2008 | 9.288 (Jun 2008) | 11.916 (Feb 2009) | +28,3% | 8 bulan |
| Covid 2020 | 13.725 (Jan 2020) | 15.816 (Apr 2020) | +15,2% | 3 bulan |
| Pengetatan 2022 | 14.342 (Jan 2022) | 15.660 (Nov 2022) | +9,2% | 10 bulan |
| Putaran 2024–2026 | 15.326 (Sep 2024) | 18.011 (Jul 2026) | +17,5% | 22 bulan |
Angka 467,4% berarti rupiah menjadi sekitar 5,7 kali lipat dalam tiga belas bulan. Tidak ada pasar lain dalam kumpulan data ini yang mendekati angka tersebut, dan tidak ada putaran lain di Indonesia yang mendekatinya.
Seluruh angka adalah rata-rata bulanan, bukan kurs penutupan harian maupun titik tertinggi intrahari yang selalu lebih ekstrem pada masa bergejolak. Bulan dasar ditetapkan sama untuk semua pasar, yaitu Juni 1997, agar dapat dibandingkan. Indonesia sendiri melepas rentang intervensi pada 14 Agustus 1997, sehingga titik balik kebijakan berada dua bulan setelah bulan dasar. Kalkulator di situs ini memakai seri kurs yang berbeda dari tabel ini, sehingga desimalnya dapat sedikit berbeda. Jangan menggabungkan kedua seri dalam satu tabel.
Besaran menyusut, durasi memanjang
Dua hal berjalan berlawanan arah. Besaran pelemahan mengecil dari putaran ke putaran, tetapi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai puncak justru memanjang.
| Putaran | Pelemahan | Lama ke puncak | Waktu pemulihan |
|---|---|---|---|
| Krisis 1997 | +467,4% | 13 bulan | belum pulih |
| Krisis keuangan 2008 | +28,3% | 8 bulan | 13 bulan |
| Covid 2020 | +15,2% | 3 bulan | belum pulih |
| Pengetatan 2022 | +9,2% | 10 bulan | belum pulih |
| Putaran 2024–2026 | +17,5% | 22 bulan | belum pulih |
Waktu pemulihan dihitung dari bulan puncak sampai bulan pertama ketika rata-rata bulanan kembali ke level bulan dasar atau di bawahnya. Dari lima putaran, hanya 2008 yang pernah kembali.
Ini membuat rupiah berbeda dari kebanyakan pasar di kawasan. Di Thailand dan Malaysia, putaran 2020 dan 2022 keduanya pulih. Di Indonesia tidak. Level Januari 2020 sebesar 13.725 per dolar AS tidak pernah tercapai lagi, dan rata-rata Agustus 2026 berada di 17.805 per dolar AS.
Yang penting bagi pembaca bukan hanya seberapa jauh kurs bergerak, melainkan apakah ia pernah kembali. Dua pertanyaan itu memberi jawaban yang berbeda tentang biaya impor dan cicilan berdenominasi dolar.
Apakah hanya rupiah yang melemah pada 1997
Tidak, tetapi selisihnya besar. Tabel di bawah mengukur dari Juni 1997 ke puncak masing-masing mata uang dengan metode yang sama.
| Mata uang | Pelemahan sejak Jun 1997 | Lama |
|---|---|---|
| Rupiah Indonesia | +467,4% | 13 bulan |
| Baht Thailand | +116,0% | 7 bulan |
| Ringgit Malaysia | +75,2% | 7 bulan |
| Peso Filipina | +66,0% | 15 bulan |
| Dolar Singapura | +23,1% | 14 bulan |
| Dolar Hong Kong | +0,4% | 30 bulan |
Krisis yang sama menghasilkan angka yang sepenuhnya berbeda di setiap pasar. Sebagai pembanding di luar kawasan, won Korea melemah 90,4% dalam tujuh bulan. Dolar Hong Kong hampir tidak bergerak karena sistem kurs terkaitnya.
Perbedaan ini sebagian besar berasal dari rezim nilai tukar, bukan dari kedalaman krisis itu sendiri. Pasar yang mematok kurs menyerap tekanan lewat suku bunga dan cadangan devisa, bukan lewat kurs. Karena itu angka pelemahan yang kecil tidak berarti tekanannya kecil, melainkan tekanan itu muncul di tempat lain. Indonesia sendiri beralih ke kurs mengambang dan kemudian ke kerangka sasaran inflasi, sehingga kurs menjadi tempat tekanan itu terlihat.
Yang perlu diperiksa saat membaca angka ini
Mulai dari dasar pengukurannya. Rata-rata bulanan, kurs penutupan harian, dan titik tertinggi intrahari memberi jawaban berbeda untuk peristiwa yang sama. Halaman ini memakai rata-rata bulanan di seluruh halaman agar kelima periode sebanding.
Lalu perhatikan bulan dasarnya. Mengganti bulan dasar langsung mengubah persentasenya. Tabel ini memakai bulan dasar yang sama untuk semua pasar, sehingga sebanding lintas pasar, tetapi tidak berimpit dengan tanggal perubahan kebijakan di tiap negara.
Terakhir, pisahkan kurs dari daya beli. Pelemahan 467,4% tidak berarti harga barang di dalam negeri naik 467,4%. Kurs mengubah harga barang impor lebih dahulu, dan penerusannya ke indeks harga konsumen hanya sebagian dan memakan waktu.
Pertanyaan umum
Kapan rupiah paling dalam melemah?
Pada krisis 1997. Kurs rata-rata bulanan naik dari 2.445 per dolar AS pada Juni 1997 menjadi 13.876 pada Juli 1998, yaitu pelemahan 467,4% dalam tiga belas bulan. Angka ini rata-rata sebulan penuh, bukan titik tertinggi harian yang lebih tinggi lagi.
Apakah putaran sekarang mirip dengan 1997?
Tidak dalam besaran, tetapi mirip dalam durasi. Putaran yang dimulai September 2024 naik 17,5% selama dua puluh dua bulan hingga puncak 18.011 pada Juli 2026. Krisis 1997 naik 467,4% dalam tiga belas bulan. Pola sekarang adalah pelemahan lambat yang berkepanjangan, bukan guncangan mendadak.
Apakah hanya rupiah yang melemah pada 1997?
Tidak, tetapi selisihnya besar. Dihitung dari Juni 1997 ke puncak masing-masing, baht Thailand melemah 116,0%, won Korea 90,4%, ringgit Malaysia 75,2%, dan peso Filipina 66,0%. Rupiah melemah lebih dari empat kali lipat dibanding baht.
Mengapa angka di halaman ini berbeda dari kurs di berita?
Halaman ini memakai satu seri kurs rata-rata bulanan untuk seluruh tabel agar lima periode dapat dibandingkan dengan dasar yang sama. Berita umumnya mengutip kurs penutupan harian, kurs tengah Bank Indonesia, atau titik tertinggi intrahari, yang selalu memberi angka lebih ekstrem pada masa bergejolak.