IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

PDB tumbuh 5,29%, tetapi apakah Indonesia untung dari nilai tukar perdagangan 2026?

Pertumbuhan PDB riil tidak sama dengan pendapatan riil yang bisa dibelanjakan. Data BPS menunjukkan harga ekspor dan impor Indonesia naik hampir sama cepat pada 2026, sehingga keuntungan dari batu bara dan logam hampir habis dimakan harga minyak. Perbandingan dengan Korea, yang pendapatan riilnya melonjak 18,8%.

CapsWindowTerbit:
Economic growthTerms of tradeExportsOilCommodities

Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29% pada triwulan II 2026 adalah pertumbuhan produksi, bukan pertumbuhan daya beli. Untuk tahu apakah pendapatan riil negara ikut naik secepat itu, harga ekspor harus dibandingkan dengan harga impor, dan data BPS menunjukkan keduanya naik hampir sama cepat pada 2026.

Apa beda PDB riil dengan pendapatan riil (GDI)?

PDB riil menghitung berapa banyak barang dan jasa yang dihasilkan, dengan harga tetap. Pendapatan domestik bruto riil (gross domestic income, GDI) memakai produksi yang sama, tetapi bertanya: berapa banyak barang impor yang bisa dibeli dengan hasil ekspor itu? Selisih keduanya disebut keuntungan atau kerugian nilai tukar perdagangan (trading gain/loss). Produk nasional bruto (PNB) melangkah satu tahap lagi dengan memperhitungkan pendapatan yang mengalir ke dan dari luar negeri, seperti dividen dan bunga.

Contoh sederhana dengan batu bara dan minyak. Menurut paparan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, per 10 Maret 2026 harga batu bara naik 28% sejak awal tahun ke US$107,5 per ton, sementara Brent naik 47,1% ke US$89,9 per barel (CNBC Indonesia). Dari dua angka itu, satu ton batu bara setara sekitar 1,37 barel minyak pada awal tahun dan sekitar 1,20 barel pada 10 Maret (perhitungan CapsWindow). Harga batu bara dalam dolar naik, tetapi daya belinya atas minyak justru turun. Itulah yang diukur oleh nilai tukar perdagangan.

Berapa pertumbuhan PDB riil Indonesia terakhir?

PDB riil tumbuh 5,29% (yoy) pada triwulan II 2026 dan 5,61% pada triwulan I 2026, laju tertinggi dalam enam triwulan terakhir (BPS). Sepanjang semester I 2026 pertumbuhannya 5,45%.

Panduan visual

Berapa pertumbuhan PDB riil Indonesia terakhir?

PDB riil (yoy)

  • I 20254,87%
  • II 20255,12%
  • III 20255,04%
  • IV 20255,39%
  • I 20265,61%
  • II 20265,29%

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

TriwulanPDB riil (yoy)PDB riil, harga konstan 2010 (Rp triliun)PDB nominal (Rp triliun)
I 20254,87%tidak dicantumkantidak dicantumkan
II 20255,12%3.396,35.947,0
III 20255,04%3.444,86.060,0
IV 20255,39%3.474,56.147,2
I 20265,61%3.447,76.187,2
II 20265,29%3.576,26.552,1

Sumber: BPS untuk triwulan III 2025 dan triwulan II 2026; angka BPS yang dikutip BCA Sekuritas (triwulan II 2025, triwulan I 2026) dan Infobank (triwulan IV 2025, pertumbuhan 2025 setahun 5,11%). Data triwulan III 2026 belum dirilis.

Yang tidak ada di tabel ini adalah GDI riil. Rilis PDB triwulanan BPS yang diperiksa untuk catatan ini tidak memuat GDI riil, PNB triwulanan, atau trading gain/loss. Jadi, berbeda dengan Korea atau Jepang, angka resminya tidak bisa langsung dikutip.

Untung atau rugi dari nilai tukar perdagangan?

Hampir impas. Sebagai pengganti GDI, catatan ini membagi perubahan indeks harga ekspor (IHX) BPS dengan perubahan indeks harga impor (IHM). Bila hasilnya positif, satu unit ekspor bisa membeli lebih banyak impor dibanding setahun sebelumnya.

−0,41%

Perubahan rasio indeks harga ekspor terhadap indeks harga impor BPS, triwulan II 2026 dibanding triwulan II 2025: IHX naik 24,94%, IHM naik 25,45% (perhitungan CapsWindow). Pada triwulan I 2026 rasio yang sama naik 3,40%

TriwulanIndeks harga ekspor (yoy)Indeks harga impor (yoy)Rasio ekspor/impor (yoy, perhitungan CapsWindow)
II 2025+0,90%+4,30%−3,26%
III 2025+5,25%+5,43%−0,17%
IV 2025tidak dikonfirmasitidak dikonfirmasitidak dihitung
I 2026+13,71%+9,97%+3,40%
II 2026+24,94%+25,45%−0,41%

Sumber: BPS triwulan I 2026; ringkasan publikasi BPS di GoodStats untuk triwulan II 2025, triwulan III 2025, dan triwulan II 2026. Angka triwulan IV 2025 tidak berhasil dikonfirmasi dari sumber asli, sehingga dibiarkan kosong.

Pola dua triwulan 2026 berbeda. Pada triwulan I, harga ekspor nonmigas naik 14,25% (yoy) sementara harga impor migas justru turun 3,80%, sehingga rasionya membaik. Pada triwulan II, giliran minyak: indeks harga impor migas naik 40,30% dibanding triwulan sebelumnya dan 37,97% dibanding setahun sebelumnya. Dibanding triwulan I, rasio ekspor/impor turun 2,86% (perhitungan CapsWindow).

Hal ini sejalan dengan neraca perdagangan. Pada Januari-Juli 2026 neraca migas defisit US$18,75 miliar, hampir menghapus surplus nonmigas US$22,45 miliar (BPS). Pelaku industri juga mengingatkan bahwa sebagian keuntungan harga batu bara dan sawit tergerus biaya logistik dan pemangkasan kuota produksi (The Jakarta Post).

Korea untung besar, Indonesia di tengah

Korea adalah contoh paling jelas dari trading gain pada 2026. PDB riil Korea triwulan III 2026 tumbuh 3,4% (yoy), tetapi GDI riilnya naik 18,8%, tertinggi sejak triwulan IV 1977. Keuntungan nilai tukar perdagangan riil Korea berbalik dari minus 10,9 triliun won pada triwulan III 2025 menjadi plus 77,5 triliun won pada triwulan III 2026 (Bank of Korea ECOS; Kyunghyang Shinmun). Penyebabnya harga chip memori, ekspor utama Korea, yang naik jauh lebih cepat daripada harga minyak yang diimpornya.

KoreaIndonesia
Ekspor yang harganya naikChip memori, semikonduktorBatu bara, logam, sawit, migas
Impor yang harganya naikMinyak mentah, gasMinyak mentah dan BBM, barang modal
PDB riil terbaru (yoy)+3,4% (triwulan III 2026)+5,29% (triwulan II 2026)
Ukuran pendapatan riilGDI riil +18,8% (resmi)Rasio harga ekspor/impor −0,41% (pengganti, perhitungan CapsWindow)
ArahUntung besarHampir impas

Indonesia tidak berada di sisi Korea, tetapi juga tidak di sisi importir minyak murni. Sebagai eksportir komoditas sekaligus pengimpor minyak bersih, kenaikan harga akibat perang di Timur Tengah menaikkan dua sisi neraca sekaligus. Angka Korea dan Indonesia di tabel memakai ukuran dan triwulan yang berbeda; tabel ini membandingkan arah, bukan besaran.

Ke mana pendapatan itu mengalir?

Dari data yang tersedia, belanja pemerintah tumbuh jauh lebih cepat daripada konsumsi rumah tangga. Pada triwulan II 2026 konsumsi pemerintah naik 15,97% (yoy) (BPS), sementara konsumsi rumah tangga naik 5,06%, sedikit di bawah PDB (detikFinance).

Ada juga jarak antara PDB dan PNB. Pada 2025 neraca pendapatan primer Indonesia defisit US$37,62 miliar, terutama pembayaran bunga, dividen, dan keuntungan kepada investor asing (Bank Indonesia). Jumlah itu sekitar 2,6% dari PDB 2025 versi IMF (perhitungan CapsWindow). Sebagian keuntungan dari harga komoditas yang tinggi, terutama di sektor tambang yang banyak dimiliki asing, bisa keluar lewat jalur ini, tetapi data yang memisahkan porsinya tidak tersedia.

Bagi rumah tangga, yang terasa adalah harga. PDB nominal triwulan II 2026 naik 10,17% dibanding setahun sebelumnya, sedangkan PDB riil naik 5,29%; deflator implisit sekitar 4,6% (perhitungan CapsWindow dari angka BPS). Untuk melihat apa arti perubahan harga semacam itu bagi jumlah uang Anda sendiri, kalkulator nilai uang masa lalu membandingkannya dengan beberapa dasar sekaligus.

Buka kalkulator nilai uang masa lalu →

Batas angka di catatan ini

BPS tidak menerbitkan GDI riil atau trading gain/loss dalam rilis PDB triwulanan yang diperiksa. Rasio indeks harga ekspor terhadap impor hanya pengganti: indeks BPS mencakup barang dan tidak mencakup jasa, bobotnya mengikuti struktur perdagangan dan bukan neraca nasional, dan hasilnya berupa persentase, bukan nilai rupiah. Angka triwulan IV 2025 tidak berhasil dikonfirmasi sehingga dikosongkan. PDB triwulanan masih dapat direvisi, dan data triwulan III 2026 dijadwalkan dirilis BPS pada awal November 2026 (tanggal pasti belum dikonfirmasi CapsWindow). Angka Korea memakai GDI riil resmi Bank of Korea untuk triwulan III 2026, sehingga tidak setara dengan pengganti untuk Indonesia.

Pertanyaan umum

Apa beda PDB riil dan GDI riil?

PDB riil mengukur volume barang dan jasa yang diproduksi di dalam negeri. GDI riil memakai produksi yang sama, tetapi menilai ekspor dengan daya belinya atas impor. Jika harga ekspor naik lebih cepat daripada harga impor, GDI riil tumbuh lebih cepat daripada PDB riil (trading gain); jika sebaliknya, lebih lambat (trading loss).

Apakah BPS menerbitkan GDI riil atau trading gain/loss?

Dalam rilis PDB triwulanan yang diperiksa untuk catatan ini, tidak. Karena itu catatan ini memakai rasio indeks harga ekspor terhadap indeks harga impor BPS sebagai pengganti: naik 3,40% (yoy) pada triwulan I 2026 dan turun 0,41% pada triwulan II 2026, perhitungan CapsWindow. Angka ini menunjukkan arah, bukan besaran rupiah.

Kenapa Indonesia tidak untung besar seperti Korea padahal harga batu bara naik?

Karena Indonesia juga pengimpor minyak bersih. Pada triwulan II 2026 indeks harga ekspor naik 24,94% (yoy), tetapi indeks harga impor naik 25,45%, dengan harga impor migas naik 37,97%. Korea mengekspor chip memori yang harganya melonjak jauh lebih cepat daripada minyak, sehingga GDI riilnya naik 18,8% pada triwulan III 2026.

Sumber

  1. BPS - Ekonomi Indonesia triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen (y-on-y) ↗
  2. BPS - Ekonomi Indonesia triwulan III 2025 tumbuh 5,04 persen (y-on-y) ↗
  3. BPS - Indeks harga ekspor naik 9,06% dan indeks harga impor naik 8,95% pada triwulan I 2026 ↗
  4. GoodStats (publikasi BPS) - Perkembangan indeks harga perdagangan internasional triwulan II 2026 ↗
  5. GoodStats (publikasi BPS) - Perkembangan indeks harga perdagangan internasional triwulan III 2025 ↗
  6. GoodStats (publikasi BPS) - Perkembangan indeks harga perdagangan internasional triwulan II 2025 ↗
  7. BCA Sekuritas - BPS: ekonomi Indonesia tumbuh 5,12% di triwulan II 2025 ↗
  8. Infobank - BPS: pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang 2025 capai 5,11 persen ↗
  9. BCA Sekuritas - BPS catat pertumbuhan ekonomi 5,61% di kuartal I 2026 ↗
  10. detikFinance - Ekonomi Indonesia triwulan II 2026 tumbuh 5,29% ↗
  11. CNBC Indonesia - Purbaya: RI bakal dapat durian runtuh efek perang Iran (12 Maret 2026) ↗
  12. The Jakarta Post - Production cuts, cost pressures cloud war-driven commodity windfall (26 Maret 2026) ↗
  13. BPS - Ekspor dan impor Indonesia Juli 2026 ↗
  14. Bank Indonesia - Laporan Neraca Pembayaran Indonesia triwulan II 2026 ↗
  15. IMF DataMapper - PDB dalam dolar AS (WEO Oktober 2026) ↗
  16. Bank of Korea ECOS - GDP dan GDI riil (tabel 200Y106) ↗
  17. Kyunghyang Shinmun - GDI riil Korea triwulan III 2026 (27 Oktober 2026) ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya