Neraca perdagangan surplus, kenapa rupiah melemah? Jejak dolar 2025-2026
BPS mencatat surplus dagang US$41,14 miliar pada 2025, tetapi transaksi berjalan neraca pembayaran justru defisit, lalu melebar ke 3,3% PDB pada triwulan II 2026. Ke mana dolar hasil ekspor mengalir, dan apa hubungannya dengan rupiah.
Dua berita sering muncul bersamaan: “neraca perdagangan surplus” dan “rupiah melemah”. Jawabannya ada di neraca pembayaran. Surplus dagang barang baru satu bagian dari arus dolar. Setelah jasa, pembayaran bunga dan dividen ke luar negeri, dan arus modal ikut dihitung, gambaran Indonesia pada 2025-2026 berubah menjadi defisit.
Seberapa besar surplus neraca perdagangan Indonesia?
Menurut BPS, neraca perdagangan barang Indonesia surplus US$41,14 miliar sepanjang 2025, tetapi pada Januari-Juli 2026 surplusnya tinggal US$3,70 miliar, dibanding US$23,77 miliar pada Januari-Juli 2025 (BPS, BRS Juli 2026, Tabel 10). Angka ini berbasis dokumen kepabeanan.
Seberapa besar surplus neraca perdagangan Indonesia?
Neraca nonmigas
Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.
| Bulan 2026 | Neraca total (juta US$) | Neraca migas | Neraca nonmigas |
|---|---|---|---|
| Januari | 954,3 | -2.274,2 | 3.228,5 |
| Februari | 1.273,3 | -916,7 | 2.190,0 |
| Maret | 3.321,0 | -1.888,6 | 5.209,6 |
| April | 89,1 | -3.443,3 | 3.532,4 |
| Mei | -1.610,2 | -3.756,6 | 2.146,4 |
| Juni | -450,5 | -3.492,7 | 3.042,2 |
| Juli | 121,9 | -2.980,5 | 3.102,4 |
| Januari-Juli | 3.698,9 | -18.752,6 | 22.451,5 |
Defisit Mei 2026 dilaporkan sebagai defisit pertama setelah 72 bulan surplus berturut-turut sejak Mei 2020 (CNBC Indonesia). Sumbernya terlihat di tabel: defisit migas melebar dari -2.274,2 juta US$ pada Januari menjadi -3.756,6 juta US$ pada Mei.
Surplus dagang, tetapi transaksi berjalan defisit. Kenapa?
Transaksi berjalan Indonesia defisit US$1,25 miliar (0,09% PDB) pada 2025 dan US$12,5 miliar (3,3% PDB) pada triwulan II 2026, walaupun neraca barangnya surplus (BI, Laporan NPI Triwulan II 2026, Tabel 1). Penyebabnya adalah dua pos di luar barang yang selalu defisit: jasa, dan pendapatan primer, yaitu bunga, dividen, dan keuntungan yang dibayarkan kepada investor dan pemberi pinjaman asing.
| Komponen transaksi berjalan (juta US$) | 2025* | Tw. I 2026* | Tw. II 2026** |
|---|---|---|---|
| Barang (basis neraca pembayaran) | 49.853 | 8.210 | 1.320 |
| Jasa | -20.204 | -4.391 | -5.893 |
| Pendapatan primer | -37.621 | -9.145 | -9.668 |
| Pendapatan sekunder | 6.719 | 1.751 | 1.754 |
| Transaksi berjalan | -1.253 | -3.576 | -12.487 |
| Transaksi berjalan (% PDB) | -0,09 | -0,97 | -3,34 |
Tanda * angka sementara, ** angka sangat sementara.
Defisit transaksi berjalan Indonesia triwulan II 2026, setara 3,3% PDB (Bank Indonesia, angka sangat sementara)
Pada 2025, pembayaran pendapatan primer mencapai US$47,30 miliar, sementara penerimaannya hanya US$9,68 miliar. Menurut BI, pelebaran defisit triwulan II 2026 terutama dipengaruhi kenaikan impor minyak di tengah tingginya harga minyak dunia, impor nonmigas yang lebih tinggi, serta faktor musiman repatriasi dividen dan pembayaran utang luar negeri; BI menyebut beberapa faktor tersebut diprakirakan temporer (BI, Laporan NPI Tw. II 2026).
Surplus BPS dan neraca barang BI adalah dua basis yang berbeda. BPS memakai data kepabeanan dengan impor bernilai c.i.f.; BI mengikuti BPM6 dengan ekspor dan impor bernilai f.o.b. serta cakupan yang berbeda. Untuk 2025 BPS mencatat surplus US$41,14 miliar dan BI US$49,85 miliar. Catatan ini tidak mengonversi satu ke yang lain.
Apa yang terjadi pada rupiah pada saat yang sama?
Rupiah melemah hampir sepanjang periode ini. Rata-rata kurs naik dari Rp16.358,6 per dolar AS pada triwulan I 2025 menjadi Rp17.549,6 pada triwulan II 2026 (rata-rata dari kurs bulanan BIS, dihitung).
| Triwulan | Transaksi berjalan (juta US$) | Neraca keseluruhan (juta US$) | Rupiah per dolar AS, rata-rata |
|---|---|---|---|
| Tw. I 2025 | -68 | -787 | 16.358,6 |
| Tw. II 2025 | -2.889 | -6.743 | 16.520,5 |
| Tw. III 2025 | 4.064 | -6.384 | 16.380,2 |
| Tw. IV 2025 | -2.359 | 6.072 | 16.665,8 |
| Tw. I 2026 | -3.576 | -9.145 | 16.861,0 |
| Tw. II 2026 | -12.487 | -882 | 17.549,6 |
| Jul-Agu 2026 | belum terbit | belum terbit | 17.908,0 |
Tabel ini menunjukkan mengapa surplus saja tidak cukup. Triwulan III 2025 mencatat surplus transaksi berjalan US$4,06 miliar, tetapi neraca keseluruhan tetap defisit US$6,38 miliar karena arus modal keluar. Pada Mei 2026, BI menyebut penutupan Selat Hormuz melonjakkan harga minyak dunia, pelarian modal dari negara berkembang ke aset aman khususnya obligasi AS, serta permintaan valas musiman pada triwulan II untuk pembayaran dividen dan utang luar negeri (BI, RDG Mei 2026).
Ke mana dolar mengalir?
Transaksi finansial menunjukkan ke mana dolar pergi. Pada 2025 transaksi finansial mencatat arus keluar neto US$4,47 miliar; pada semester I 2026 arus masuk neto US$7,19 miliar, tetapi tidak cukup menutup defisit transaksi berjalan US$16,06 miliar (dijumlahkan dari data triwulanan BI, Tabel 1, 7, 8).
Dalam tabel BI, tanda plus berarti dana masuk ke Indonesia dan minus berarti dana keluar. Pada sisi aset, minus berarti penduduk Indonesia membeli aset luar negeri; pada sisi kewajiban, minus berarti investor asing menarik dana.
| Pos (juta US$) | 2025* | Semester I 2026 | Artinya |
|---|---|---|---|
| Investasi langsung, neto | 14.549 | 5.078 | Modal asing untuk pabrik dan perusahaan tetap masuk |
| Asing di SRBI dan surat bank sentral | -6.684 | 10.287 | 2025 dijual asing; 2026 dibeli kembali |
| Asing di surat utang pemerintah | 3.982 | 6.305 | Termasuk obligasi valas pemerintah |
| Asing di saham Indonesia (swasta) | -1.589 | -4.040 | Asing menjual saham |
| Penduduk membeli efek luar negeri | -2.434 | -3.109 | Termasuk saham luar negeri |
| Uang dan simpanan swasta di luar negeri | -5.883 | -9.782 | Dana ditempatkan di luar negeri |
| Investasi lainnya, neto | -9.742 | -8.396 | Pinjaman, simpanan, kredit dagang |
| Selisih perhitungan bersih | -2.476 | -1.185 | Arus yang tidak teridentifikasi |
| Neraca keseluruhan | -7.842 | -10.027 | Ditutup dari cadangan devisa |
Kolom semester I 2026 adalah penjumlahan triwulan I dan II. Beberapa baris adalah rincian dari pos yang lebih besar (misalnya uang dan simpanan termasuk dalam investasi lainnya), jadi baris-baris ini tidak dijumlahkan. Pada triwulan II 2026 saja, BI mencatat arus masuk asing ke SRBI sebesar US$8,5 miliar, dan kepemilikan asing atas SRBI mencapai US$16,4 miliar atau 27,3% dari total posisi pada akhir Juni. Sebaliknya, arus dana portofolio sektor swasta keluar US$3,1 miliar, terutama dari pasar saham.
Pembelian efek luar negeri oleh penduduk, termasuk saham AS, adalah salah satu arus keluar di tabel. Untuk dampaknya bagi investor, lihat return saham AS dalam rupiah.
Posisi cadangan devisa turun dari US$156,5 miliar pada akhir 2025 menjadi US$145,6 miliar pada akhir Juni 2026, dan tercatat US$146,5 miliar pada akhir Agustus 2026 (BI, RDG September 2026). Perbandingan cadangan dengan utang luar negeri jangka pendek ada di catatan tentang cadangan devisa.
Apa penjelasan resmi dan kebijakan yang diambil?
Ada tiga jalur respons yang tercatat dalam dokumen resmi. Pertama, suku bunga: BI menaikkan BI-Rate 50 bps menjadi 5,25% pada Mei 2026 dan 25 bps menjadi 5,75% pada Juni, lalu menahannya pada September. BI juga memperluas insentif untuk menarik arus masuk portofolio asing, dan mencatat arus masuk portofolio asing US$0,4 miliar pada triwulan III 2026 hingga 21 September (BI, RDG September 2026).
Kedua, devisa hasil ekspor. Sejak 1 Maret 2025, PP 8/2025 mewajibkan eksportir sumber daya alam menyimpan 100% DHE di dalam negeri selama 12 bulan, dengan migas diatur terpisah (ANTARA). Mulai 1 Juni 2026, PP 21/2026 mewajibkan eksportir nonmigas menempatkan 100% DHE SDA di rekening khusus di dalam negeri minimal 12 bulan, eksportir migas minimal 30% selama tiga bulan, melalui bank BUMN, dengan konversi ke rupiah maksimal 50% (Kemenkeu, BKF). Pemerintah menyebut tujuannya memperkuat likuiditas valas dan menopang stabilitas nilai tukar.
Ketiga, aturan pembelian valas oleh penduduk diperketat mulai 1 Juli 2026. Rinciannya ada di catatan tentang saham AS di atas.
Data neraca pembayaran menunjukkan ke mana dolar mengalir, bukan siapa yang memutuskan dan mengapa. Kenaikan simpanan swasta di luar negeri, misalnya, tidak bisa dipisahkan dari tabel ini menjadi dana eksportir, dana perusahaan, atau dana perorangan. Penjelasan sebab dalam catatan ini dikutip dari BI dan pemerintah, bukan kesimpulan CapsWindow.
Apa yang perlu dipantau berikutnya?
BPS merilis data ekspor-impor setiap tanggal 1 atau hari kerja pertama setiap bulan (ANTARA); per 29 September 2026, data Agustus 2026 belum terbit. Laporan neraca pembayaran BI bersifat triwulanan, dan data triwulan III 2026 belum tersedia. Dalam laporan triwulan II, BI memprakirakan transaksi berjalan 2026 mencatat defisit yang terjaga dan transaksi modal dan finansial tetap surplus. CapsWindow tidak memprediksi kurs; yang bisa dilakukan adalah membaca setiap rilis baru dengan kerangka yang sama: barang, jasa, pendapatan primer, lalu arus modal.
Apa batasan angka-angka ini?
Angka 2025 dan triwulan I 2026 adalah angka sementara, triwulan II 2026 angka sangat sementara; BI merevisi beberapa komponen sejak triwulan I 2025 dalam publikasi ini, misalnya transaksi berjalan 2025 dari -1.522 menjadi -1.253 juta US$. Neraca barang BI dan neraca perdagangan BPS berbeda basis. Selisih perhitungan bersih membuat pos-pos tidak selalu menjumlah persis. Perubahan posisi cadangan devisa juga dipengaruhi valuasi, bukan hanya transaksi. Kurs triwulanan di atas adalah rata-rata dari kurs bulanan BIS yang dihitung CapsWindow, bukan angka resmi BI.
Pertanyaan umum
Kenapa rupiah melemah padahal neraca perdagangan surplus?
Karena kurs ditentukan oleh semua arus valas, bukan hanya ekspor-impor barang. Pada 2025 surplus barang habis dimakan defisit jasa dan defisit pendapatan primer (pembayaran bunga, dividen, dan keuntungan kepada investor asing), sehingga transaksi berjalan defisit US$1,25 miliar. Di sisi modal, asing menjual SRBI dan saham, dan penduduk menempatkan dana di luar negeri, sehingga neraca pembayaran keseluruhan defisit US$7,84 miliar.
Apa beda neraca perdagangan BPS dan neraca barang di neraca pembayaran BI?
BPS mencatat ekspor-impor berdasarkan dokumen kepabeanan, dengan impor dinilai c.i.f. Neraca barang dalam neraca pembayaran BI mengikuti standar BPM6, dengan ekspor dan impor dinilai f.o.b. dan cakupan yang berbeda. Untuk 2025, BPS mencatat surplus US$41,14 miliar, sedangkan neraca barang BI surplus US$49,85 miliar. Keduanya tidak boleh dipertukarkan.
Apakah neraca perdagangan Indonesia pernah defisit pada 2026?
Ya. Menurut BPS, neraca perdagangan defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026 dan US$0,45 miliar pada Juni 2026, lalu kembali surplus tipis US$0,12 miliar pada Juli 2026. CNBC Indonesia melaporkan defisit Mei sebagai yang pertama setelah 72 bulan surplus berturut-turut sejak Mei 2020. Defisit migas Januari-Juli 2026 mencapai US$18,75 miliar.
Apa itu aturan DHE SDA dan apa hubungannya dengan rupiah?
DHE SDA adalah devisa hasil ekspor sumber daya alam. Sejak 1 Maret 2025 (PP 8/2025) eksportir SDA wajib menyimpan 100% DHE di dalam negeri selama 12 bulan, dengan migas diatur terpisah. Mulai 1 Juni 2026, PP 21/2026 mewajibkan eksportir nonmigas menempatkan 100% DHE di rekening khusus di bank BUMN minimal 12 bulan, migas minimal 30% selama tiga bulan, dengan konversi ke rupiah maksimal 50%. Pemerintah menyebut tujuannya memperkuat likuiditas valas dan stabilitas kurs.
Sumber
- CapsWindow · Data & metodologi ↗
- Bank Indonesia · Laporan Neraca Pembayaran Indonesia Triwulan II 2026 (PDF, Tabel 1, 7, 8) ↗
- Bank Indonesia · Siaran pers NPI Triwulan II 2026 (21 Agustus 2026) ↗
- BPS · Perkembangan Ekspor dan Impor Indonesia Juli 2026 (BRS No. 88/09/Th. XXIX) ↗
- BPS · Ekspor dan Impor Indonesia Mei 2026 ↗
- Bank Indonesia · BI-Rate Tetap 5,75% (siaran pers RDG September 2026) ↗
- Bank Indonesia · BI-Rate Naik 50 bps menjadi 5,25% (siaran pers RDG Mei 2026) ↗
- Kementerian Keuangan (BKF) · Aturan baru DHE SDA mulai 1 Juni 2026 (SP-38/KLI/2026) ↗
- ANTARA · Prabowo terbitkan PP wajibkan DHE SDA disimpan 100 persen dalam negeri (17 Februari 2025) ↗
- CNBC Indonesia · Neraca perdagangan RI defisit US$1,61 M di Mei (1 Juli 2026) ↗
- BIS · Kurs bilateral terhadap dolar AS, Indonesia - rupiah (rata-rata bulanan) ↗
- ANTARA · BPS: data ekspor dan impor dirilis tiap awal bulan (28 Mei 2025) ↗