DCA S&P 500 10 tahun: Rp1 juta per bulan jadi Rp312,3 juta
Membeli S&P 500 Rp1 juta setiap bulan sejak Oktober 2016 mengubah modal Rp120 juta menjadi Rp312,3 juta pada 25 September 2026, atau 2,60 kali. Dalam dolar AS hasilnya 2,16 kali; selisihnya datang dari pelemahan rupiah. Ditambah NASDAQ-100 20 tahun, perbandingan investasi sekaligus, serta pajak dan reksa dana luar negeri di Indonesia.
“Rutin beli S&P 500 setiap bulan” sering disebut sebagai cara paling sederhana berinvestasi untuk jangka panjang. Tetapi berapa sebenarnya hasilnya bagi orang yang menyisihkan Rp1 juta setiap bulan selama sepuluh tahun, dihitung dalam rupiah dan dengan kurs yang benar-benar berlaku pada tiap tanggal pembelian? Jawabannya ada di bawah, beserta satu hal yang sering terlupa: selisih antara hasil dalam dolar dan hasil dalam rupiah sepenuhnya berasal dari kurs.
Berapa hasil DCA S&P 500 Rp1 juta per bulan selama 10 tahun
Modal Rp120 juta yang disetor Rp1.000.000 per bulan dari Oktober 2016 sampai September 2026 bernilai Rp312.340.353 pada 25 September 2026, atau 2,60 kali modal. Imbal hasil tahunannya 18,2% (XIRR, dalam rupiah), dihitung dari harga penutupan S&P 500 dan kurs harian BIS.
DCA S&P 500, Rp1.000.000 pada hari bursa AS pertama setiap bulan, Oktober 2016–September 2026 (120 kali), dinilai pada penutupan 25 September 2026 dengan kurs 17.913,90 per dolar AS. Tanpa dividen, biaya, dan pajak.
Berapa hasil DCA S&P 500 Rp1 juta per bulan selama 10 tahun
Kelipatan
Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.
| Indeks (10 tahun, modal Rp120 juta) | Nilai 25 Sep 2026 | Kelipatan | Imbal hasil tahunan (XIRR) | Kelipatan dalam dolar AS |
|---|---|---|---|---|
| S&P 500 | Rp312.340.353 | 2,60 kali | 18,2% | 2,16 kali |
| NASDAQ-100 | Rp435.741.783 | 3,63 kali | 24,4% | 3,01 kali |
NASDAQ-100 memberi hasil lebih tinggi karena indeks itu naik lebih cepat selama periode yang sama (FRED NASDAQ100). Keduanya sama-sama mendapat dorongan dari kurs, yang dibahas di bagian tersendiri di bawah.
Cara menghitung. Setiap bulan, Rp1.000.000 ditukar ke dolar AS dengan kurs harian BIS pada hari bursa AS pertama bulan itu (atau hari kerja sebelumnya bila kurs tidak tersedia), lalu dibelikan indeks pada harga penutupan hari itu dalam pecahan unit. Nilai akhir memakai harga penutupan dan kurs 25 September 2026. Imbal hasil tahunan adalah XIRR, yaitu tingkat pengembalian yang memperhitungkan tanggal setiap setoran. Karena yang dibeli adalah indeks itu sendiri, hasilnya tidak sama dengan reksa dana atau ETF mana pun.
Kalau diperpanjang menjadi 20 tahun
Untuk NASDAQ-100 tersedia data 20 tahun: Rp1.000.000 setiap bulan dari Oktober 2006 sampai September 2026 (240 kali, modal Rp240 juta) bernilai Rp3.277.961.518 pada 25 September 2026, atau 13,66 kali modal, dengan imbal hasil tahunan 22,2%.
| NASDAQ-100, 20 tahun | Dalam dolar AS | Dalam rupiah |
|---|---|---|
| Modal | US$19.846 | Rp240.000.000 |
| Nilai 25 Sep 2026 | US$182.984 | Rp3.277.961.518 |
| Kelipatan | 9,22 kali | 13,66 kali |
Selama 20 tahun, kurs rata-rata saat membeli adalah 12.092,84 per dolar, sedangkan kurs pada hari penilaian 17.913,90. Kenaikan kurs sekitar 48,1% itu yang mengubah 9,22 kali dalam dolar menjadi 13,66 kali dalam rupiah. S&P 500 hanya dihitung 10 tahun karena seri harian yang dipakai baru tersedia mulai 3 Oktober 2016.
Seberapa besar pengaruh tanggal penilaian
Sangat besar. Dengan tanggal mulai yang sama (Oktober 2016) dan hanya tanggal penilaian yang digeser, kelipatan DCA S&P 500 berubah dari 1,98 kali menjadi 2,60 kali dalam kurang dari dua tahun.
| Tanggal penilaian (modal sampai saat itu) | Kurs BIS | S&P 500 | NASDAQ-100 |
|---|---|---|---|
| 31 Des 2024 (Rp99 juta) | 16.191,05 | Rp196.255.568 (1,98 kali) | Rp252.651.950 (2,55 kali) |
| 31 Des 2025 (Rp111 juta) | 16.715,60 | Rp249.372.676 (2,25 kali) | Rp327.322.268 (2,95 kali) |
| 25 Sep 2026 (Rp120 juta) | 17.913,90 | Rp312.340.353 (2,60 kali) | Rp435.741.783 (3,63 kali) |
Antara 31 Desember 2025 dan 25 September 2026, S&P 500 naik dari 6.845,50 ke 7.743,41 (sekitar +13,1%), sementara kurs naik dari 16.715,60 ke 17.913,90 (sekitar +7,2%). Kedua kenaikan itu saling menguatkan dalam rupiah. Orang yang menghitung hasilnya di akhir 2024 akan melihat angka yang jauh lebih kecil, padahal kebiasaan menabungnya sama persis.
Berapa sumbangan pelemahan rupiah terhadap hasil
Pelemahan rupiah menaikkan hasil DCA S&P 500 dari 2,16 kali dalam dolar AS menjadi 2,60 kali dalam rupiah. Seratus dua puluh pembelian itu dilakukan pada kurs rata-rata 14.846,33 per dolar, sedangkan nilainya dihitung pada kurs 17.913,90.
| DCA S&P 500, 10 tahun | Dalam dolar AS | Dalam rupiah |
|---|---|---|
| Modal | US$8.083 | Rp120.000.000 |
| Nilai 25 Sep 2026 | US$17.436 | Rp312.340.353 |
| Kelipatan | 2,16 kali | 2,60 kali |
Kelipatan DCA S&P 500 dalam dolar AS dan dalam rupiah. Kurs rata-rata beli 14.846,33, kurs penilaian 17.913,90 per dolar AS (BIS, rata-rata harian).
Hubungannya bisa dihitung sendiri: kelipatan rupiah ≈ kelipatan dolar × (kurs penilaian ÷ kurs rata-rata beli) = 2,16 × 1,207 ≈ 2,60. Artinya, pemegang aset dolar di Indonesia memegang dua hal sekaligus: saham AS dan dolar AS. Selama sepuluh tahun ini keduanya naik terhadap rupiah.
DCA juga meratakan kurs. Karena setoran rupiahnya tetap setiap bulan, Anda membeli lebih banyak dolar ketika rupiah kuat dan lebih sedikit ketika rupiah lemah, sehingga hasil tidak bergantung pada satu tanggal penukaran. Namun arah sebaliknya juga berlaku: jika rupiah menguat dari level penilaian, nilai portofolio dalam rupiah turun walaupun indeksnya tidak bergerak. Bagaimana kurs mengubah arti tolok ukur dolar AS ketika dihitung dalam rupiah dibahas di catatan tentang kurs dan tolok ukur AS.
Bagaimana jika Rp120 juta diinvestasikan sekaligus
Di pasar yang naik hampir tanpa henti, investasi sekaligus menang jauh. Rp120 juta yang dibelikan pada 3 Oktober 2016, saat kurs 12.982,50 per dolar, bernilai jauh lebih besar pada 25 September 2026.
| Rp120 juta | Sekaligus, 3 Okt 2016 | DCA 10 tahun |
|---|---|---|
| S&P 500 | Rp593.267.098 (4,94 kali) | Rp312.340.353 (2,60 kali) |
| NASDAQ-100 | Rp1.041.409.262 (8,68 kali) | Rp435.741.783 (3,63 kali) |
Perbandingan ini tidak adil bagi DCA. Investasi sekaligus membutuhkan Rp120 juta di hari pertama, sedangkan dalam DCA uang rata-rata baru masuk sekitar lima tahun kemudian dan bekerja lebih singkat. Kebanyakan orang berinvestasi dari gaji bulanan, bukan dari dana besar yang sudah tersedia. Keunggulan DCA bukan hasil maksimal, melainkan disiplin: Anda tidak menaruh semua uang di puncak, dan Anda tetap membeli saat pasar turun.
Pajak dan reksa dana luar negeri di Indonesia
Angka di atas belum memperhitungkan pajak. Ketentuan berikut dicek pada Oktober 2026 dari sumber DJP dan OJK, dan dapat berubah.
Keuntungan menjual saham AS. Wajib pajak dalam negeri pada prinsipnya dikenai pajak atas seluruh penghasilan, baik dari dalam maupun luar negeri, dan PPh yang sudah dibayar di luar negeri dapat dikreditkan melalui PPh Pasal 24, paling banyak sebesar pajak yang terutang menurut UU PPh (DJP). Contoh dalam lampiran PMK 192/2018 menyebutkan bahwa keuntungan penjualan saham di luar negeri digabungkan dengan penghasilan dalam negeri pada tahun pajak diterimanya keuntungan itu, sedangkan kerugian di luar negeri tidak boleh digabungkan dengan penghasilan di Indonesia. Penghasilan kena pajak orang pribadi dikenai tarif progresif Pasal 17; setelah UU HPP, lapisan terbawah berlaku sampai Rp60 juta dan tarif tertinggi 35% untuk bagian di atas Rp5 miliar (DJP, tanya jawab UU HPP).
Dividen saham AS. Menurut tabel tarif P3B DJP, tarif dividen portofolio dalam perjanjian Indonesia–Amerika Serikat adalah 15%. Di Indonesia, PPh atas dividen luar negeri dihitung dengan ketentuan umum Pasal 17 dan dilaporkan di SPT Tahunan, kecuali dividen itu diinvestasikan di Indonesia sesuai syarat dan dilaporkan realisasinya lewat Coretax (DJP, PMK-81/2024). Hasil di halaman ini tidak memasukkan dividen sama sekali, jadi pajak dividen tidak mengubah angka di tabel.
Reksa dana berbasis efek luar negeri. OJK mengatur kategori Reksa Dana Syariah Berbasis Efek Syariah Luar Negeri, yang wajib menempatkan paling sedikit 51% nilai aktiva bersihnya pada efek syariah luar negeri, dan manajer investasinya wajib memastikan pemodal memahami risiko kurs (POJK 33/POJK.04/2019). Aturan yang sama mengenal reksa dana syariah indeks, yang wajib menempatkan paling sedikit 80% nilai aktiva bersih pada efek dalam indeks acuannya. Untuk reksa dana yang membeli reksa dana luar negeri (fund on fund), OJK membatasi porsi efek luar negeri dan reksa dana luar negeri paling banyak 15% nilai aktiva bersih (OJK, tanya jawab POJK 33/2024).
Jika Anda mencari hasil 10 tahun sebuah reksa dana yang dipasarkan sebagai "reksa dana S&P 500", periksa dulu prospektusnya: indeks apa yang menjadi acuan, berapa porsi efek luar negerinya, dalam mata uang apa nilai aktiva bersihnya dihitung, dan berapa biayanya. Indeks syariah tidak berisi saham yang sama dengan S&P 500, dan reksa dana selalu dikurangi biaya pengelolaan. Karena itu hasil sebuah produk bisa berbeda cukup jauh dari tabel di halaman ini.
Batas angka di halaman ini
Semua angka memakai indeks harga, bukan indeks total return, sehingga dividen tidak ikut dihitung. Biaya transaksi, selisih kurs bank, biaya pengelolaan, dan pajak juga belum dikurangi. Kurs yang dipakai adalah rata-rata harian BIS, yang dapat berbeda dari kurs JISDOR Bank Indonesia maupun kurs jual bank atau aplikasi saat Anda menukar uang. Pembelian dalam pecahan unit indeks adalah penyederhanaan. Sepuluh tahun terakhir adalah periode yang sangat kuat bagi saham AS dan periode lemah bagi rupiah; keduanya tidak menjamin apa pun untuk sepuluh tahun berikutnya. Kalkulator di situs ini memakai seri data yang berbeda, sehingga desimalnya bisa sedikit berbeda dari tabel ini.
Untuk membandingkan pertumbuhan tabungan atau portofolio Anda sendiri dengan jumlah uang beredar dan harga, masukkan angka Anda ke kalkulator.
Pertanyaan umum
Berapa hasil DCA S&P 500 Rp1 juta per bulan selama 10 tahun?
Jika S&P 500 dibeli Rp1.000.000 setiap bulan dari Oktober 2016 sampai September 2026, modal Rp120 juta bernilai Rp312.340.353 pada 25 September 2026, atau 2,60 kali modal. Angka ini memakai indeks harga tanpa dividen dan belum dikurangi biaya maupun pajak.
Berapa imbal hasil tahunan DCA S&P 500 selama 10 tahun itu?
Sekitar 18,2% per tahun dalam rupiah, dihitung dengan XIRR yang memperhitungkan tanggal setiap setoran. Dalam dolar AS hasilnya lebih rendah, karena sebagian dari hasil rupiah berasal dari pelemahan kurs. Sepuluh tahun ini termasuk periode yang sangat kuat bagi saham AS, jadi angkanya tidak bisa dijadikan patokan ke depan.
Mengapa hasil dalam rupiah lebih besar daripada dalam dolar?
Karena dolar yang dibeli rata-rata pada kurs 14.846 per dolar dinilai kembali pada kurs 17.914. Kelipatan dolar 2,16 dikalikan kenaikan kurs sekitar 1,207 menghasilkan kelipatan rupiah 2,60. Jika rupiah menguat, efeknya berbalik dan memotong hasil dalam rupiah.
Apakah lebih baik menaruh Rp120 juta sekaligus di awal?
Di pasar yang naik terus selama 10 tahun, ya. Rp120 juta yang dibelikan S&P 500 pada 3 Oktober 2016 bernilai Rp593.267.098 (4,94 kali) pada 25 September 2026. Perbandingan ini tidak adil, karena DCA tidak membutuhkan dana besar di awal dan rata-rata uangnya baru masuk lima tahun kemudian.
Bagaimana pajak keuntungan saham AS bagi wajib pajak orang pribadi di Indonesia?
Menurut contoh dalam lampiran PMK 192/2018 yang dimuat DJP, keuntungan penjualan saham di luar negeri digabungkan dengan penghasilan dalam negeri pada tahun pajak diterimanya, lalu dihitung dengan tarif umum Pasal 17. Dividen saham AS dipotong paling tinggi 15% untuk dividen portofolio menurut tabel tarif P3B Indonesia–AS dari DJP, dan pajak luar negeri itu dapat dikreditkan lewat PPh Pasal 24 dengan batas tertentu. Ketentuan dicek Oktober 2026.
Sumber
- FRED · S&P 500 (SP500, harga penutupan harian) ↗
- FRED · NASDAQ-100 (NASDAQ100, harga penutupan harian) ↗
- BIS · Kurs bilateral terhadap dolar AS (rata-rata harian) ↗
- DJP · Tax Treaty Rates (tarif P3B, termasuk Indonesia–Amerika Serikat) ↗
- DJP · Lampiran PMK 192/PMK.03/2018 tentang pengkreditan pajak atas penghasilan dari luar negeri ↗
- DJP · Penghasilan dari luar negeri dan kredit PPh Pasal 24 ↗
- DJP · Tanya jawab UU HPP (tarif PPh orang pribadi) ↗
- DJP · Cara lapor realisasi investasi di Coretax agar dividen luar negeri bebas PPh ↗
- OJK · POJK 33/POJK.04/2019 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah ↗
- OJK · Tanya jawab POJK 33 Tahun 2024 (reksa dana yang berinvestasi pada reksa dana luar negeri) ↗
- CapsWindow · Data & metode ↗