IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Inflasi Indonesia 3,28% vs AS 3,7%: kini lebih rendah, tetapi inflasi inti justru lebih tinggi

Inflasi tahunan Indonesia September 2026 sebesar 3,28%, di bawah AS 3,7%. Padahal November 2025 hingga Maret 2026 Indonesia lebih tinggi lima bulan berturut-turut. Penyebabnya tarif listrik, harga BBM yang diatur, inflasi inti 2,84% vs 2,6%, dan apa artinya bagi rupiah.

CapsWindowTerbit:
InflationCPIUSDExchange ratesInterest rates

Inflasi AS naik ke 3,7% pada September 2026, sementara inflasi Indonesia 3,28%. Selisih ini tampak kecil, tetapi arahnya berubah beberapa kali dalam setahun terakhir, dan ukuran inti menunjukkan gambaran yang berlawanan. Catatan ini membandingkan keduanya dengan data resmi dan menjelaskan apa yang bisa dan tidak bisa disimpulkan untuk uang Anda.

Berapa selisih inflasi Indonesia dan AS sekarang?

Inflasi tahunan Indonesia September 2026 sebesar 3,28% dengan IHK 112,31 (BPS), lebih rendah 0,42 poin persentase daripada inflasi AS 3,7% (BLS, 14 Oktober 2026). Sebulan sebelumnya angkanya 3,19% untuk Indonesia (BPS) dan 3,4% untuk AS.

−0,42 poin

Inflasi IHK Indonesia September 2026 (3,28%, BPS) dikurangi inflasi CPI AS September 2026 (3,7%, BLS). Perhitungan CapsWindow

Panduan visual

Berapa selisih inflasi Indonesia dan AS sekarang?

Indonesia / AS

  • Inflasi umum, Agustus 2026 · Indonesia3,19%
  • Inflasi umum, Agustus 2026 · AS3,4%
  • Inflasi umum, September 2026 · Indonesia3,28%
  • Inflasi umum, September 2026 · AS3,7%
  • Inflasi inti, September 2026 · Indonesia2,84%
  • Inflasi inti, September 2026 · AS2,6%

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

Ukuran (y-on-y)IndonesiaASSelisih
Inflasi umum, Agustus 20263,19%3,4%−0,21 poin
Inflasi umum, September 20263,28%3,7%−0,42 poin
Inflasi inti, September 20262,84%2,6%+0,24 poin

Inflasi AS September melonjak karena energi: indeks bensin naik 9,1% dibanding bulan sebelumnya (BLS). Di Indonesia, BI-Rate 5,75% dikurangi inflasi 3,28% menghasilkan suku bunga riil sederhana sekitar +2,47 poin, sedangkan di AS sekitar +0,30 poin (batas atas Fed 4,00% dikurangi 3,7%; perhitungan CapsWindow).

Sejak 2020, berapa bulan Indonesia lebih rendah?

Dari 78 bulan yang bisa dibandingkan antara Januari 2020 dan Juli 2026, inflasi Indonesia lebih rendah dari AS pada 59 bulan dan sama atau lebih tinggi pada 19 bulan. Perhitungan ini memakai seri IHK nasional Indonesia dari BIS dan CPI AS dari FRED, keduanya sampai Juli 2026.

TahunRata-rata inflasi IndonesiaRata-rata inflasi AS
20202,04%1,25%
20211,56%4,68%
20224,21%8,00%
20233,73%4,15%
20242,30%2,95%
2025 (11 bulan)1,83%2,69%
2026 (Jan-Jul)3,36%3,26%

Rata-rata tahunan dari inflasi y-on-y bulanan, hanya bulan yang tersedia di kedua seri (perhitungan CapsWindow). Data AS Oktober 2025 tidak tersedia di seri ini, sehingga 2025 dihitung dari 11 bulan.

Bulan-bulan ketika Indonesia lebih tinggi terkumpul di tiga periode: hampir sepanjang 2020 hingga Januari 2021 ketika inflasi AS sangat rendah di awal pandemi, dua bulan pada 2023, dan November 2025 hingga Maret 2026. Periode terakhir paling relevan sekarang.

BulanIndonesiaAS
November 20252,72%2,70%
Desember 20252,92%2,65%
Januari 20263,55%2,39%
Februari 20264,76%2,43%
Maret 20263,48%3,29%
April 20262,42%3,78%
Mei 20263,08%4,17%
Juni 20263,34%3,46%
Juli 20262,88%3,30%

Seri AS di sini disesuaikan musiman, sedangkan angka resmi BLS yang dikutip di atas tidak disesuaikan musiman, sehingga bisa berbeda beberapa persepuluh poin. Karena itu tabel bulanan berhenti di Juli, dan angka Agustus-September disajikan terpisah.

Mengapa awal 2026 lebih tinggi, lalu kembali lebih rendah?

Lonjakan awal 2026 sebagian besar adalah efek basis tarif listrik. Pemerintah memberi diskon listrik 50% untuk pemakaian Januari-Februari 2025, sehingga Februari 2025 mencatat deflasi tahunan 0,09% dengan andil tarif listrik −2,16 poin (ANTARA). Setahun kemudian tarif sudah normal, sehingga inflasi Februari 2026 melonjak ke 4,76%; BPS mencatat tarif listrik naik 86,96% secara tahunan dan menyumbang 2,17 poin (BPS). Setelah basis rendah itu keluar dari perbandingan, inflasi Indonesia turun ke 2,42% pada April.

Sementara itu, inflasi AS naik dari sekitar 2,4% pada Januari-Februari ke 3,3-4,2% pada Maret-Juli (seri CapsWindow), lalu 3,7% pada September (BLS), terdorong harga energi. Di Indonesia, harga BBM yang paling banyak dipakai diatur pemerintah: Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800, dan Pertamina menyatakan harga BBM bersubsidi mengikuti kebijakan pemerintah hingga akhir tahun (CNBC Indonesia). Pertamax dan BBM nonsubsidi lain tetap naik, tetapi bobotnya lebih kecil.

Menurut rincian Bank Indonesia yang dikutip media, inflasi harga yang diatur pemerintah (administered prices) pada September 3,25%, dengan kenaikan BBM nonsubsidi sebagian diimbangi turunnya tarif angkutan udara. Kelompok pangan bergejolak justru naik ke 5,03% karena cabai, daging ayam ras, beras, dan telur (Industry.co.id, Kabarbursa). Jadi tekanan harga di Indonesia saat ini lebih banyak datang dari pangan, bukan dari pompa bensin.

Inflasi inti menunjukkan arah sebaliknya

Tanpa pangan bergejolak dan harga yang diatur, Indonesia justru sedikit lebih tinggi: inflasi inti September 2,84% (BPS), dibanding inflasi inti AS 2,6% (BLS). Selisih +0,24 poin ini berlawanan dengan selisih inflasi umum −0,42 poin.

Artinya, inflasi umum Indonesia yang lebih rendah bukan karena tekanan harga dasar yang lebih lemah, melainkan terutama karena harga energi yang diredam kebijakan. Sebaliknya, inflasi umum AS tinggi karena energi, sementara inflasi intinya relatif tenang. BI menyebut inflasi inti Indonesia tahunan banyak disumbang emas perhiasan, yang mengikuti harga emas dunia (Kabarbursa). Ketika harga emas turun dari puncaknya, sumbangan ini bisa mengecil, tetapi catatan ini tidak memperkirakan angkanya.

Apa artinya bagi rupiah dan aset dalam dolar?

Inflasi yang lebih rendah dari AS tidak menjamin rupiah menguat. Menurut gagasan paritas daya beli, mata uang dengan inflasi lebih rendah cenderung menguat dalam jangka panjang. Data enam setengah tahun terakhir menunjukkan hal yang berbeda.

Dari Desember 2019 ke Juli 2026Perubahan
IHK Indonesia+19,4%
CPI AS+28,7%
Kurs rata-rata bulanan (Rp14.009 → Rp18.011 per dolar)rupiah melemah, dolar +28,6%
Barang senilai 1.000 dolar AS, dalam rupiah (Rp14,01 juta → Rp23,18 juta)+65,4%

Perhitungan CapsWindow dari seri BIS dan FRED. Barang senilai 1.000 dolar pada Desember 2019 dinaikkan dengan CPI AS lalu dikonversi dengan kurs rata-rata bulan yang sama.

Jika hanya selisih inflasi yang bekerja, rupiah seharusnya menguat sekitar 7% dalam periode ini; kenyataannya dolar menjadi 28,6% lebih mahal. Bagi orang yang membayar biaya dalam dolar, seperti kuliah di luar negeri atau barang impor, kenaikan biayanya dalam rupiah jauh lebih besar daripada inflasi di masing-masing negara. Catatan ini tidak memperkirakan kurs; tabel di atas hanya menunjukkan bahwa kurs bergerak oleh faktor lain, seperti arus modal dan suku bunga.

Masukkan jumlah dan periode Anda sendiri untuk melihat bagaimana tolok ukur Indonesia dan tolok ukur yang dikonversi dari dolar memberi jawaban berbeda.

Bandingkan tolok ukur lokal dan AS →

Batas perbandingan ini

Angka September 2026 berasal dari rilis resmi BPS dan BLS, sedangkan tabel bulanan dan rata-rata tahunan dihitung dari seri yang tersimpan di CapsWindow sampai Juli 2026. Seri CPI AS di CapsWindow disesuaikan musiman, sedangkan angka BLS yang dikutip tidak, sehingga keduanya tidak dicampur dalam satu perhitungan. Data AS Oktober 2025 tidak tersedia dan tidak diisi dengan perkiraan. Keranjang konsumsi Indonesia dan AS berbeda: bobot pangan, energi, dan perumahan tidak sama, sehingga selisih inflasi bukan selisih biaya hidup pribadi Anda. Rincian komponen administered prices dan pangan bergejolak dikutip dari pemberitaan atas penjelasan Bank Indonesia. Suku bunga riil memakai inflasi bulan terakhir, bukan ekspektasi. Catatan ini tidak memperkirakan inflasi, suku bunga, atau kurs.

Pertanyaan umum

Berapa inflasi Indonesia dibanding AS sekarang?

Pada September 2026 inflasi tahunan Indonesia 3,28% (BPS) dan AS 3,7% (BLS), jadi Indonesia lebih rendah 0,42 poin persentase. Untuk inflasi inti, urutannya terbalik: Indonesia 2,84%, AS 2,6%.

Mengapa awal 2026 inflasi Indonesia sempat lebih tinggi dari AS?

Terutama karena efek basis tarif listrik. Diskon listrik 50% pada Januari-Februari 2025 membuat harga tahun lalu sangat rendah; ketika tarif kembali normal, inflasi Februari 2026 melonjak ke 4,76%, dan 2,17 poin di antaranya berasal dari tarif listrik menurut BPS.

Kalau inflasi Indonesia lebih rendah, apakah rupiah akan menguat?

Tidak bisa disimpulkan begitu. Sejak Desember 2019 hingga Juli 2026 harga di Indonesia naik lebih sedikit daripada di AS, tetapi rata-rata kurs bulanan justru melemah dari sekitar Rp14.009 ke Rp18.011 per dolar. Kurs juga digerakkan arus modal, suku bunga, dan sentimen risiko. Catatan ini tidak memperkirakan arah kurs.

Sumber

  1. BLS - Indeks harga konsumen AS, September 2026 ↗
  2. BPS - Inflasi y-on-y September 2026 sebesar 3,28 persen ↗
  3. BPS - Inflasi y-on-y Agustus 2026 sebesar 3,19 persen ↗
  4. BPS - Normalisasi tarif listrik dan inflasi emas penyebab utama inflasi Februari 2026 ↗
  5. ANTARA - Diskon tarif listrik beri andil terbesar deflasi Februari 2025 ↗
  6. Industry.co.id - Inflasi September 2026 capai 3,28%, rincian komponen menurut BI ↗
  7. Kabarbursa - BI catat inflasi IHK September 2026 naik ke 3,28 persen ↗
  8. CNBC Indonesia - Daftar harga BBM berlaku 7 Oktober 2026 ↗
  9. Bank Indonesia - BI-Rate tetap 5,75% (23 September 2026) ↗
  10. BIS - Indeks harga konsumen (seri panjang) ↗
  11. FRED - CPI AS semua barang, disesuaikan musiman (CPIAUCSL) ↗
  12. BIS - Kurs bilateral (IDR per USD, rata-rata bulanan) ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya