IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Selisih BI-Rate dan suku bunga The Fed kini 175 bp: apa yang dipantau di RDG Oktober?

BI-Rate 5,75% berada 175 basis poin di atas batas atas Fed Funds Rate 4,00% setelah The Fed menaikkan bunga pada 16 September 2026. Riwayat selisih sejak 2019, keputusan BI sepanjang 2026, bunga riil, dan jadwal RDG 21 Oktober serta FOMC 28 Oktober.

CapsWindowTerbit:
Interest ratesCentral banksExchange ratesInflation

BI-Rate 5,75% saat ini berada 175 basis poin di atas batas atas suku bunga acuan Amerika Serikat. Selisih itu menyempit dari 200 basis poin ketika The Fed menaikkan bunga pada 16 September 2026, dan dua keputusan berikutnya jatuh berdekatan: RDG Bank Indonesia pada 21 Oktober dan FOMC pada 28 Oktober.

Berapa selisih BI-Rate dan suku bunga The Fed sekarang?

Selisihnya +175 basis poin per 17 Oktober 2026. The Fed menaikkan kisaran sasaran Fed Funds Rate 25 basis poin menjadi 3,75-4,00% dengan suara bulat 12-0 (pernyataan FOMC 16 September 2026). Itu kenaikan pertama sejak 26 Juli 2023 (FRED DFEDTARU). BI-Rate tetap 5,75% sejak 18 Juni 2026, dengan suku bunga Deposit Facility 4,75% dan Lending Facility 6,50% (Bank Indonesia, 23 September 2026).

+175 bp

BI-Rate 5,75% dikurangi batas atas kisaran sasaran The Fed 4,00%, per 17 Oktober 2026. Dengan titik tengah kisaran (3,875%) selisihnya 187,5 bp (perhitungan CapsWindow)

Catatan ini memakai batas atas kisaran The Fed sebagai pembanding agar semua periode dihitung dengan cara yang sama. Pilihan lain, seperti titik tengah atau Effective Fed Funds Rate harian, menghasilkan angka yang sedikit berbeda.

Bagaimana selisih ini bergerak sejak 2019?

Selisihnya pernah jauh lebih lebar daripada sekarang, dan pernah hampir habis. Tabel berikut memakai nilai pada titik waktu yang sama untuk kedua bank sentral; BI-Rate diambil dari seri suku bunga kebijakan BIS yang bersumber dari Bank Indonesia.

Panduan visual

Bagaimana selisih ini bergerak sejak 2019?

Selisih (BI − batas atas Fed)

  • Akhir 2019+325 bp
  • Akhir 2022+100 bp
  • 26 Juli 2023 (puncak bunga AS)+25 bp
  • Akhir 2024+150 bp
  • Akhir 2025+100 bp
  • 17 Oktober 2026+175 bp

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

Titik waktuBI-RateKisaran The FedSelisih (BI − batas atas Fed)
Akhir 20195,00%1,50-1,75%+325 bp
Akhir 20225,50%4,25-4,50%+100 bp
26 Juli 2023 (puncak bunga AS)5,75%5,25-5,50%+25 bp
Akhir 20236,00%5,25-5,50%+50 bp
Akhir 20246,00%4,25-4,50%+150 bp
Akhir 20254,75%3,50-3,75%+100 bp
17 Oktober 20265,75%3,75-4,00%+175 bp

Ada satu perbandingan yang menarik. BI-Rate pada 26 Juli 2023 dan hari ini sama-sama 5,75%, tetapi selisihnya naik dari 25 menjadi 175 basis poin. Seluruh perubahan 150 basis poin itu berasal dari turunnya batas atas The Fed dari 5,50% ke 4,00% (perhitungan CapsWindow). Selisih yang melebar tidak selalu berarti BI bertindak; bisa juga karena pihak AS yang bergerak.

Sejak akhir 2025, ceritanya berbeda. Selisih bertambah 75 basis poin karena BI menaikkan BI-Rate 100 basis poin, sementara The Fed menaikkan 25 basis poin.

Apa yang diputuskan BI sepanjang 2026?

BI menaikkan BI-Rate tiga kali dalam sebulan, 20 Mei hingga 18 Juni 2026, lalu menahannya. Kolom terakhir adalah selisih terhadap batas atas The Fed setelah setiap keputusan (perhitungan CapsWindow); The Fed menahan kisaran 3,50-3,75% pada rapat Januari, Maret, April, Juni, dan Juli.

TanggalKeputusanTingkatSelisih setelahnya
21 Januari, 19 Februari, 17 Maret, 22 April (BI)tetap4,75%+100 bp
20 Mei (BI)naik 50 bp5,25%+150 bp
9 Juni (BI, RDG mingguan)naik 25 bp5,50%+175 bp
18 Juni (BI)naik 25 bp5,75%+200 bp
22 Juli, 19 Agustus (BI)tetap5,75%+200 bp
16 September (The Fed)naik 25 bp3,75-4,00%+175 bp
23 September (BI)tetap5,75%+175 bp

Sumber: riwayat BI-Rate, siaran pers 20 Mei, 9 Juni, dan 18 Juni 2026.

Alasan kenaikan ini tertulis jelas. Dalam siaran pers 9 Juni, BI menyebut kenaikan sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, setelah rupiah melemah melebihi perkiraan di tengah gejolak eksternal, permintaan valas domestik, dan arus keluar portofolio asing. Artinya, selisih terhadap The Fed melebar terutama karena BI merespons rupiah, bukan karena BI mengejar angka selisih tertentu.

Setelah inflasi, dan dibanding pasar Asia lain

Dikurangi inflasi, BI-Rate riil sekitar +2,47 poin persentase, jauh di atas The Fed yang hanya sekitar +0,30 poin.

+2,47 poin

BI-Rate 5,75% dikurangi inflasi IHK September 2026 sebesar 3,28% (BPS, dikutip ANTARA). Batas atas The Fed 4,00% dikurangi inflasi AS September 3,7% (BLS) menghasilkan +0,30 poin (perhitungan CapsWindow)

Inflasi September 3,28% dilaporkan ANTARA dari rilis BPS; inflasi Agustus 3,19% tercantum dalam siaran pers BI 23 September. Inflasi AS September 3,7% berasal dari BLS, dengan inflasi inti 2,6%.

Di Asia, Indonesia kini memiliki suku bunga kebijakan dengan selisih positif terbesar terhadap The Fed.

PasarSuku bunga kebijakanSelisih vs batas atas FedInflasi terbaru (bulan)Riil (sederhana)
Indonesia (BI-Rate)5,75%+175 bp3,28% (Sep)+2,47 poin
Filipina (BSP)5,00%+100 bp7,2% (Sep)−2,20 poin
Vietnam (refinancing SBV)4,50%+50 bp5,08% (Sep)−0,58 poin
Hong Kong (Base Rate, mengikuti rumus)4,25%+25 bp1,7% (Agu)+2,55 poin
Malaysia (OPR)2,75%−125 bp1,9% (Agu)+0,85 poin
Taiwan (suku bunga diskonto ulang)2,00%−200 bp2,73% (Sep)−0,73 poin
Jepang (BOJ)1,25%−275 bp1,9% (Agu)−0,65 poin
Thailand (BOT)1,00%−300 bp2,82% (Sep)−1,82 poin

Suku bunga per 17 Oktober 2026 dari bank sentral masing-masing dan seri BIS; kolom selisih dan riil adalah perhitungan CapsWindow. Bulan inflasi berbeda antarpasar. Untuk Vietnam, tidak adanya perubahan suku bunga sepanjang 2026 didasarkan pada laporan media, bukan dokumen SBV. Singapura tidak dimasukkan karena MAS tidak memakai suku bunga kebijakan; kebijakannya dijalankan lewat pita nilai tukar.

Hong Kong dan Indonesia sama-sama punya bunga riil tinggi, tetapi alasannya berbeda: Base Rate Hong Kong mengikuti suku bunga AS secara otomatis, sedangkan BI-Rate adalah keputusan rapat.

Apa yang dipantau pada RDG 21 Oktober dan FOMC 28 Oktober?

BI memutuskan lebih dulu. RDG Oktober digelar 20-21 Oktober dan merupakan RDG triwulanan, dengan pengumuman pada Rabu 21 Oktober; RDG berikutnya 17-18 November dan 15-16 Desember (jadwal RDG 2026). FOMC berikutnya 27-28 Oktober dan 8-9 Desember waktu AS (jadwal FOMC).

  • Perkiraan untuk BI. MUFG Research (16 Oktober) menulis bahwa konsensus memperkirakan BI-Rate tetap 5,75%, sementara MUFG sendiri memperkirakan kenaikan 25 bp menjadi 6,00% dan kenaikan 25 bp lagi menjadi 6,25% hingga akhir 2026. Ini perkiraan lembaga, bukan hasil rapat.
  • Pasar untuk The Fed. Menurut alat FedWatch CME Group, peluang kenaikan Oktober yang tersirat di pasar berjangka sekitar 41,5% pada 14 Oktober (Yahoo Finance/24/7 Wall St.), lalu turun ke kisaran 15-17% pada 16 Oktober menurut Cointelegraph dan Investing.com. Penurunan itu terjadi setelah Ketua The Fed Kevin Warsh berkata dalam diskusi IMF, “I don’t prejudge meetings.”
  • Rupiah menjelang rapat. Rupiah ditutup Rp17.938 per dolar pada 15 Oktober dan sempat melewati Rp18.000 pada 16 Oktober, hari ketika BI menyatakan intervensi di pasar NDF luar negeri, pasar spot, DNDF, dan pembelian SBN di pasar sekunder (ANTARA).

Jika kedua bank sentral mengubah bunganya, selisih ini berubah secara aritmetika seperti di bawah. Tabel ini perhitungan, bukan perkiraan.

Skenario hipotetisBI-RateBatas atas FedSelisih
BI tetap, The Fed tetap5,75%4,00%+175 bp
BI naik 25 bp, The Fed tetap6,00%4,00%+200 bp
BI tetap, The Fed naik 25 bp5,75%4,25%+150 bp
BI naik 25 bp, The Fed naik 25 bp6,00%4,25%+175 bp

Coba asumsi Anda sendiri. Bunga dan inflasi yang berubah menggeser berapa banyak dana yang perlu disiapkan untuk kebutuhan bertahun-tahun ke depan. Kalkulator kebutuhan dana masa depan menghitungnya dengan beberapa acuan sekaligus.

Buka kalkulator kebutuhan dana masa depan →

Mengapa selisih bunga tidak menentukan kurs rupiah sendirian

Selisih bunga yang lebar tidak menjamin rupiah menguat. Dari Desember 2025 ke Agustus 2026, selisih BI-Rate terhadap The Fed melebar dari 100 menjadi 175-200 basis poin, tetapi kurs rata-rata bulanan bergerak dari sekitar Rp16.695 ke Rp17.805 per dolar (BIS), pelemahan sekitar 6,6% (perhitungan CapsWindow). Arah sebabnya pun bisa terbalik: BI menaikkan bunga karena rupiah melemah.

Catatan CapsWindow tentang selisih yield SBN dan US Treasury membahas pola yang sama pada bunga obligasi sepuluh tahun: selisih yang melebar sering datang bersamaan dengan rupiah yang melemah, karena keduanya naik ketika investor menilai risiko Indonesia lebih tinggi.

Selisih di catatan ini membandingkan suku bunga kebijakan, bukan bunga yang benar-benar diterima penabung atau investor. Bunga deposito, yield SBN, dan imbal hasil surat berharga BI mengikuti pasar dan bisa bergerak berbeda. Selain itu, kurs juga dipengaruhi neraca perdagangan, arus portofolio, sentimen risiko global, dan intervensi BI. Angka bunga riil memakai inflasi yang sudah terjadi pada bulan terakhir, bukan perkiraan inflasi ke depan, dan hasil RDG serta FOMC akhir Oktober belum diketahui saat catatan ini ditulis.

Pertanyaan umum

Berapa selisih BI-Rate dan suku bunga The Fed sekarang?

Per 17 Oktober 2026 selisihnya +175 basis poin: BI-Rate 5,75% dikurangi batas atas kisaran sasaran Fed Funds Rate 4,00% (kisaran 3,75-4,00%). Bila memakai titik tengah kisaran, 3,875%, selisihnya 187,5 basis poin.

Apakah BI otomatis menaikkan BI-Rate kalau The Fed naik?

Tidak. Berbeda dengan Hong Kong yang suku bunga dasarnya mengikuti rumus berbasis suku bunga AS, BI memutuskan sendiri dalam RDG. Pada 2026 BI menaikkan BI-Rate pada Mei-Juni ketika The Fed masih menahan, lalu menahan BI-Rate pada 23 September, sepekan setelah The Fed naik.

Kalau selisih melebar, apakah rupiah pasti menguat?

Tidak. Dari akhir 2025 hingga Agustus 2026 selisih melebar dari 100 menjadi 175 basis poin, tetapi kurs rata-rata bulanan melemah dari sekitar Rp16.695 ke Rp17.805 per dolar. BI sendiri menyebut kenaikan Juni sebagai langkah menstabilkan rupiah, jadi bunga juga bergerak karena kurs, bukan hanya sebaliknya.

Sumber

  1. Federal Reserve - Pernyataan FOMC, 16 September 2026 ↗
  2. FRED - Batas atas kisaran sasaran Fed Funds (DFEDTARU) ↗
  3. Federal Reserve - Jadwal rapat FOMC ↗
  4. Bank Indonesia - Riwayat BI-Rate ↗
  5. Bank Indonesia - BI-Rate naik 50 bps menjadi 5,25% (20 Mei 2026) ↗
  6. Bank Indonesia - BI-Rate naik 25 bps menjadi 5,50% (9 Juni 2026) ↗
  7. Bank Indonesia - BI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75% (18 Juni 2026) ↗
  8. Bank Indonesia - BI-Rate tetap 5,75% (23 September 2026) ↗
  9. Bank Indonesia - Jadwal RDG 2026 ↗
  10. BIS - Suku bunga kebijakan bank sentral (CBPOL) ↗
  11. BLS - Indeks harga konsumen AS, September 2026 ↗
  12. ANTARA - BPS catat inflasi 3,28 persen pada September 2026 ↗
  13. MUFG Research - Asia FX Weekly, 16 Oktober 2026 ↗
  14. Yahoo Finance (24/7 Wall St.) - Peluang kenaikan Oktober menurut CME FedWatch ↗
  15. Cointelegraph - Probabilitas kenaikan Oktober turun ke 15% ↗
  16. Investing.com - Probabilitas kenaikan Oktober sekitar 17% ↗
  17. ANTARA - Bank Indonesia intervensi saat rupiah sentuh 18.000 ↗
  18. BIS - Kurs bilateral (IDR per USD, rata-rata bulanan) ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya