IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Return saham AS dalam rupiah: S&P 500 +20,3% dalam dolar, +31,4% dalam rupiah

Rupiah melemah 9,2% terhadap dolar AS dari Agustus 2025 ke Agustus 2026, sehingga return S&P 500 dan Nasdaq-100 dalam rupiah jauh lebih besar daripada dalam dolar. Rumus, contoh Rp100 juta, hedging, dan aturan beli valas terbaru.

CapsWindowTerbit:
Kurs rupiahSaham ASS&P 500USD

Rupiah melemah terhadap dolar AS selama setahun terakhir. Bagi orang Indonesia yang memegang saham AS, hal ini justru menambah return: kenaikan indeks dalam dolar dikalikan lagi dengan kenaikan harga dolar dalam rupiah. Catatan ini menghitung seberapa besar efeknya, kapan efek itu berbalik, dan apa artinya bagi pilihan hedged atau unhedged.

Seberapa jauh rupiah melemah terhadap dolar AS pada 2025-2026?

Rata-rata bulanan kurs rupiah naik dari Rp16.307,87 per dolar AS pada Agustus 2025 menjadi Rp17.805,01 pada Agustus 2026, sehingga harga satu dolar menjadi 9,2% lebih mahal (BIS, kurs bilateral rata-rata bulanan). Angka “per dolar” yang naik berarti rupiah melemah.

PeriodeRupiah per dolar AS (rata-rata bulanan)Keterangan
Agustus 202516.307,87Titik awal perbandingan 1 tahun
Desember 202516.695,13Titik awal perbandingan sejak awal tahun
Februari 202616.827,25Rata-rata bulanan terkuat pada 2026
Juli 202618.010,98Rata-rata bulanan terlemah pada 2026
Agustus 202617.805,01Titik akhir perbandingan

Sebagai kurs harian terpisah, kurs referensi JISDOR Bank Indonesia pada 25 September 2026 tercatat Rp17.917 per dolar AS (BI, JISDOR). Angka harian ini hanya untuk gambaran terkini dan tidak dicampur ke dalam perhitungan rata-rata bulanan di bawah. Pada 4 Juni 2026 rupiah dilaporkan menembus 18.000 dan menyentuh 18.028 per dolar, level terlemah sepanjang sejarah menurut Al Jazeera.

Berapa return S&P 500 dan Nasdaq-100 dalam rupiah dibanding dalam dolar?

S&P 500 naik 20,3% dalam dolar AS dari Agustus 2025 ke Agustus 2026, tetapi naik 31,4% bila dihitung dalam rupiah, karena kurs rupiah per dolar naik 9,2% pada periode yang sama (indeks: rata-rata bulanan penutupan harian FRED SP500 dan FRED NASDAQ100; kurs: BIS).

Panduan visual

Berapa return S&P 500 dan Nasdaq-100 dalam rupiah dibanding dalam dolar?

Return dalam rupiah

  • Agu 2025 - Agu 2026+31,4%
  • Agu 2025 - Agu 2026+37,3%
  • Des 2025 - Agu 2026+20,0%
  • Des 2025 - Agu 2026+23,7%

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

PeriodeIndeksReturn dalam dolarReturn dalam rupiahPerubahan kurs (Rp per USD)
Agu 2025 - Agu 2026S&P 500+20,3%+31,4%+9,2%
Agu 2025 - Agu 2026Nasdaq-100+25,8%+37,3%+9,2%
Des 2025 - Agu 2026S&P 500+12,5%+20,0%+6,6%
Des 2025 - Agu 2026Nasdaq-100+16,0%+23,7%+6,6%
+20,3% → +31,4%

S&P 500, Agustus 2025 ke Agustus 2026: return dalam dolar AS dan dalam rupiah (rata-rata bulanan; FRED, BIS)

Di pasar lain arahnya tidak selalu sama. Mata uang yang menguat terhadap dolar justru memperkecil return saham AS dalam mata uang lokal. Untuk investor rupiah, satu tahun terakhir adalah contoh sebaliknya.

Rumusnya, dan contoh dengan Rp100 juta

Return dalam rupiah = (1 + return dalam dolar) x (1 + perubahan kurs rupiah per dolar) - 1. Untuk S&P 500 setahun terakhir: 1,203 x 1,092 - 1 = 0,314, atau +31,4%. Perhatikan bahwa hasilnya sedikit lebih besar daripada sekadar menjumlahkan 20,3% dan 9,2%, karena kenaikan kurs juga berlaku atas keuntungan saham.

Contoh berikut dihitung dari angka di tabel, memakai rata-rata bulanan sebagai kurs beli dan jual:

Skenario (Agu 2025 ke Agu 2026)Nilai awalNilai akhir dalam rupiah
Rp100 juta ke S&P 500Rp100 juta = sekitar US$6.132sekitar Rp131,4 juta
Rp100 juta ke Nasdaq-100Rp100 jutasekitar Rp137,3 juta
Rp100 juta ditukar ke dolar dan disimpan sajaRp100 jutasekitar Rp109,2 juta
Rp100 juta ke S&P 500 sejak Des 2025Rp100 jutasekitar Rp120,0 juta

Untuk baris pertama: US$6.132 yang tumbuh 20,3% menjadi sekitar US$7.378, lalu dikonversi pada Rp17.805,01 per dolar. Baris ketiga menunjukkan bahwa menukar ke dolar saja sudah menghasilkan sekitar Rp9,2 juta, murni dari kurs dan tanpa kenaikan saham sama sekali (bunga simpanan dolar tidak dihitung).

Semua angka di atas memakai rata-rata bulanan, bukan harga pada hari transaksi. Indeks yang dipakai adalah indeks harga tanpa dividen. Biaya transaksi, selisih kurs jual-beli di bank atau aplikasi, pajak atas dividen dan keuntungan, serta biaya pengelolaan reksa dana tidak dihitung, sehingga hasil nyata biasanya lebih kecil.

Bagaimana kalau membeli saat rupiah paling lemah?

Waktu masuk menentukan apakah kurs membantu atau merugikan. Dari Juli 2026, bulan dengan rata-rata rupiah terlemah tahun ini (Rp18.010,98), ke Agustus 2026 (Rp17.805,01), kurs rupiah per dolar turun 1,1% (dihitung dari data BIS). Artinya, bagi yang membeli dolar atau saham AS pada Juli, kurs mengurangi sekitar 1,1% dari return dalam rupiah selama bulan itu.

Sebaliknya, dari Februari 2026, bulan rata-rata terkuat rupiah tahun ini (Rp16.827,25), ke Agustus 2026 kurs rupiah per dolar naik 5,8% (dihitung dari data BIS). Pembeli pada Februari mendapat tambahan sekitar 5,8% dari kurs saja. Data rata-rata bulanan indeks untuk Februari dan Juli tidak tersedia dalam set data CapsWindow yang dipakai di sini, jadi hanya komponen kursnya yang dihitung.

Pelajaran umumnya sederhana: efek kurs yang besar dalam satu tahun bisa mengecil atau berbalik dalam beberapa bulan, tergantung kapan dana masuk.

Bagaimana orang Indonesia biasanya memegang saham AS?

Ada dua jalur yang umum, dan keduanya membawa eksposur kurs yang sama. Jalur pertama adalah reksa dana yang berinvestasi di luar negeri. OJK mengatur kategori Reksa Dana Syariah Berbasis Efek Syariah Luar Negeri, yang wajib berinvestasi paling sedikit 51% dari nilai aktiva bersih pada efek syariah luar negeri (POJK 33/POJK.04/2019, Pasal 30). Jika unit reksa dana dinyatakan dalam dolar, hasil dalam rupiah mengikuti rumus di atas saat unit dijual dan dana ditukar kembali. Jika dinyatakan dalam rupiah, efek kurs sudah masuk ke nilai aktiva bersihnya, kecuali manajer investasi melakukan lindung nilai.

Jalur kedua adalah membeli saham atau ETF AS langsung lewat perusahaan efek atau aplikasi, yang berarti menukar rupiah ke dolar. Aturan penukaran ini diperketat pada 2026. Bank Indonesia menurunkan batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying menjadi USD10.000 per pelaku per bulan, dan menurunkan ambang kewajiban dokumen pendukung transfer valas ke luar negeri dari di atas setara USD50.000 menjadi di atas setara USD25.000, keduanya berlaku 1 Juli 2026 (BI, siaran pers RDG Juni 2026). Sebelum memakai aplikasi apa pun, periksa status izinnya langsung di situs OJK.

Pilih hedged atau unhedged?

Lindung nilai (hedging) kurs kira-kira menghapus efek kurs dan, sebagai gantinya, memberi atau membebankan selisih suku bunga kedua negara. Saat ini BI-Rate 5,75%, dipertahankan pada RDG 22-23 September 2026 setelah naik 50 bps pada Mei dan 25 bps pada Juni 2026 (BI, September; BI, Mei). Bank sentral AS (Federal Reserve) menaikkan target Fed Funds Rate menjadi 3,75-4,00% pada 16 September 2026 (FOMC).

Selisihnya sekitar 1,75-2,00 poin persen per tahun (dihitung dari kedua suku bunga kebijakan). Karena suku bunga rupiah lebih tinggi, investor rupiah yang melindungi aset dolar secara kasar memperoleh selisih itu, bukan membayarnya. Namun dalam setahun terakhir kurs sendiri menyumbang +9,2%, jauh lebih besar daripada selisih bunga. Jadi posisi tanpa hedging lebih untung pada periode ini; dalam periode rupiah menguat, hasilnya bisa terbalik.

Ini hanya pendekatan. Harga kontrak forward atau DNDF di pasar ditentukan oleh suku bunga pasar, bukan persis oleh suku bunga kebijakan, dan produk ber-hedging juga punya biaya sendiri. Angka selisih 1,75-2,00 poin persen dipakai untuk memahami arah, bukan sebagai tingkat imbal hasil yang dijamin.

Siapa lagi yang terdampak oleh pelemahan rupiah?

Eksportir yang dibayar dalam dolar menerima lebih banyak rupiah per dolar, walaupun eksportir sumber daya alam wajib menempatkan devisa hasil ekspornya di dalam negeri; aturannya dibahas di catatan tentang neraca perdagangan dan rupiah. Sebaliknya, siapa pun yang membayar dalam dolar menanggung biaya lebih besar. Pengeluaran US$1.000 untuk perjalanan, kuliah, atau belanja luar negeri setara sekitar Rp16,31 juta pada rata-rata Agustus 2025, dan sekitar Rp17,81 juta pada rata-rata Agustus 2026, selisih sekitar Rp1,50 juta (dihitung dari data BIS). Importir bahan baku dan energi menghadapi tekanan yang sama.

Untuk melihat pergerakan rupiah dalam episode krisis sebelumnya, lihat seberapa jauh rupiah melemah dalam setiap krisis.

Apa batasan angka-angka ini?

Perbandingan memakai rata-rata bulanan kurs BIS dan rata-rata bulanan penutupan harian indeks FRED, bukan harga pada tanggal tertentu. Indeks S&P 500 dan Nasdaq-100 adalah indeks harga tanpa dividen. Biaya, pajak, dan selisih kurs tidak dihitung. Kurs JISDOR dicantumkan terpisah sebagai referensi harian dan tidak dipakai dalam perhitungan. CapsWindow tidak memprediksi kurs; catatan ini hanya menjelaskan apa yang sudah terjadi dalam data.

Coba masukkan jumlah dan periode Anda sendiri untuk melihat bagaimana nilai uang berubah menurut beberapa dasar perbandingan.

Bandingkan nilai uang Anda →

Pertanyaan umum

Berapa return S&P 500 dalam rupiah selama setahun terakhir?

Dengan rata-rata bulanan Agustus 2025 ke Agustus 2026, S&P 500 naik 20,3% dalam dolar AS dan 31,4% bila dihitung dalam rupiah. Selisihnya berasal dari kurs rupiah per dolar yang naik 9,2% pada periode yang sama. Angka ini tanpa dividen, biaya, pajak, dan selisih kurs jual-beli.

Kenapa return saham AS dalam rupiah lebih besar daripada dalam dolar?

Karena investor rupiah memegang dua hal sekaligus: saham dan dolar. Rumusnya: return rupiah = (1 + return dolar) x (1 + perubahan kurs rupiah per dolar) - 1. Untuk S&P 500 setahun terakhir: 1,203 x 1,092 - 1 = 0,314 atau +31,4%. Kalau rupiah menguat, efeknya terbalik dan mengurangi return.

Lebih baik reksa dana global yang di-hedge atau tidak?

Tidak ada jawaban yang selalu benar. Hedging kira-kira menghilangkan efek kurs dan, bagi investor rupiah, secara kasar menambah selisih suku bunga Indonesia-AS: BI-Rate 5,75% dibanding Fed Funds Rate 3,75-4,00%, atau sekitar 1,75-2,00 poin persen per tahun. Dalam setahun terakhir kurs menyumbang +9,2%, jadi posisi tanpa hedging lebih untung; saat rupiah menguat, hasilnya bisa terbalik.

Berapa batas membeli dolar tanpa dokumen underlying sekarang?

Menurut Bank Indonesia, mulai 1 Juli 2026 batas pembelian tunai valas terhadap rupiah tanpa underlying turun menjadi USD10.000 per pelaku per bulan, dan transfer dana valas ke luar negeri di atas setara USD25.000 (sebelumnya USD50.000) wajib disertai dokumen pendukung.

Sumber

  1. CapsWindow · Data & metodologi ↗
  2. BIS · Kurs bilateral terhadap dolar AS, Indonesia - rupiah (rata-rata bulanan) ↗
  3. FRED · S&P 500 (SP500), penutupan harian ↗
  4. FRED · Nasdaq-100 (NASDAQ100), penutupan harian ↗
  5. Bank Indonesia · Kurs JISDOR ↗
  6. Bank Indonesia · BI-Rate Tetap 5,75% (siaran pers RDG 22-23 September 2026) ↗
  7. Bank Indonesia · BI-Rate Naik 25 bps Menjadi 5,75% (siaran pers RDG 17-18 Juni 2026) ↗
  8. Bank Indonesia · BI-Rate Naik 50 bps menjadi 5,25% (siaran pers RDG 19-20 Mei 2026) ↗
  9. Federal Reserve · FOMC statement, 16 September 2026 ↗
  10. OJK · POJK Nomor 33/POJK.04/2019 tentang Penerbitan dan Persyaratan Reksa Dana Syariah ↗
  11. Al Jazeera · Indonesia's rupiah falls to record low against US dollar (4 Juni 2026) ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya