IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Kurva yield SBN mendatar: arti selisih 10 tahun dan 2 tahun 31,8 bp

Selisih yield SBN 10 tahun dan 2 tahun tinggal 31,8 basis poin pada September 2026, jauh di bawah rata-rata 106 sejak 2006, tetapi tidak pernah terbalik. Di Indonesia, kurva datar belum pernah mendahului kontraksi.

CapsWindowTerbit:
Interest ratesBond yields

Di AS, kurva yield yang mendatar atau terbalik biasanya dibaca sebagai alarm resesi. Kurva SBN tahun ini mencapai titik terdatar dalam 20 tahun data, sehingga wajar bila pertanyaan yang sama muncul. Jawaban dari data Indonesia: kurva datar di sini lebih sering mencerminkan pengetatan Bank Indonesia dan tekanan rupiah daripada perlambatan ekonomi.

Apa itu selisih yield 10 tahun dan 2 tahun?

Selisih ini adalah yield SBN tenor 10 tahun dikurangi yield tenor 2 tahun, dalam basis poin (1 bp = 0,01 poin persentase). Biasanya tenor panjang memberi yield lebih tinggi karena pemegangnya menanggung risiko lebih lama, sehingga selisihnya positif.

Dalam catatan ini tenor pendek adalah SBN rupiah 2 tahun dari ADB AsianBondsOnline (data: Bloomberg), rata-rata bulanan dari penutupan harian. Seri 2 tahun dimulai Oktober 2006, sehingga perbandingan mencakup 240 bulan.

Seberapa datar kurva SBN sekarang?

31,8 bp

Selisih yield SBN 10 tahun dan 2 tahun, rata-rata September 2026. Rata-rata sejak Oktober 2006: 106,2 bp; median 91,6 bp

Panduan visual

Seberapa datar kurva SBN sekarang?

  1. September 2025
    10 tahun
    6,433%
    2 tahun
    5,222%
    Selisih
    121,1 bp
  2. Februari 2026
    10 tahun
    6,440%
    2 tahun
    5,129%
    Selisih
    131,2 bp
  3. Juni 2026
    10 tahun
    7,143%
    2 tahun
    7,036%
    Selisih
    10,7 bp
  4. September 2026
    10 tahun
    7,132%
    2 tahun
    6,814%
    Selisih
    31,8 bp

Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

Bulan10 tahun2 tahunSelisih
September 20256,433%5,222%121,1 bp
Desember 20256,264%5,190%107,4 bp
Februari 20266,440%5,129%131,2 bp
April 20266,700%6,009%69,1 bp
Mei 20266,799%6,450%34,9 bp
Juni 20267,143%7,036%10,7 bp
Juli 20267,273%7,144%13,0 bp
September 20267,132%6,814%31,8 bp

Dalam lima bulan, selisih menyusut dari 131 menjadi 11 basis poin. Ujung pendek yang bergerak: yield 2 tahun naik 201 basis poin dari Februari ke Juli, sementara yield 10 tahun naik 83 basis poin. Hanya 21 dari 240 bulan yang lebih datar daripada September 2026, dan sebelum tahun ini titik terendahnya 16,0 basis poin (Mei 2024).

Apakah kurva datar pernah mendahului perlambatan di Indonesia?

Belum. Tabel berikut menyandingkan rata-rata selisih tahunan dengan pertumbuhan PDB riil.

TahunRata-rata selisih 10-2 tahunPDB riil
201540 bp4,7-5,2% tahunan per kuartal
201641 bp4,9-5,2%
2020176 bp2020Q1 −0,31% dan 2020Q2 −6,55% (kuartalan, disesuaikan musiman)
2021196 bp2021Q3 −0,13% (kuartalan)
202339 bp4,9-5,2% tahunan per kuartal
202431 bp4,95-5,11%
2026 (Januari-September)60 bp2026Q1 5,61%, 2026Q2 5,29%

Pertumbuhan kuartalan dihitung dari level PDB riil disesuaikan musiman di IMF QNEA; angka 5,29% untuk triwulan II 2026 sama dengan rilis BPS.

Bila dipilah:

  • Kurva datar tanpa kontraksi: 2015-2016 dan 2023-2024. Dua kali sinyal tidak diikuti apa pun.
  • Kontraksi tanpa kurva datar: 2020 dan kuartal ketiga 2021 (pandemi dan gelombang Delta). Kurva saat itu justru curam.
  • Kurva datar yang diikuti kontraksi: tidak ada dalam data sejak 2006.

Dengan hanya tiga kuartal minus, kesimpulannya sempit: di Indonesia, kurva SBN belum terbukti sebagai alat ramal resesi.

Kurva AS terbalik 26 bulan, resesi tidak datang

Rujukan kurva terbalik sebagai tanda resesi berasal dari AS. Tetapi selisih Treasury 10 tahun dan 2 tahun (FRED T10Y2Y, rata-rata bulanan) negatif selama 26 bulan berturut-turut dari Juli 2022 hingga Agustus 2024, periode terpanjang sejak 1976, dan AS tidak masuk resesi. Sinyal yang paling terkenal pun meleset kali ini.

Apa yang dikatakan selisih yield 2 tahun dengan BI-Rate?

Yield 2 tahun mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga jangka pendek beberapa tahun ke depan ditambah premi. Selisihnya dengan BI-Rate (BIS, akhir bulan) melebar tahun ini.

BulanYield 2 tahunBI-RateSelisih
Oktober 20254,975%4,75%+22 bp
Februari 20265,129%4,75%+38 bp
Juni 20267,036%5,75%+129 bp
September 20266,814%5,75%+106 bp

Ujung pendek naik lebih cepat daripada BI-Rate sendiri. Bank Indonesia juga memberi bunga di atas BI-Rate pada instrumennya: sejak 13 Mei 2026, ketika BI-Rate masih 4,75%, SRBI 6, 9, dan 12 bulan berbunga 6,21%, 6,31%, dan 6,45%. Di ujung panjang, Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp140,57 triliun pada 2026 hingga 19 Mei (Rp73,28 triliun di pasar sekunder) dan Rp156,98 triliun hingga 17 Juni.

Kombinasi itu sejalan dengan kurva yang mendatar: bunga jangka pendek ditarik naik untuk menjaga rupiah, sementara ada pembeli besar di tenor panjang. Data bulanan ini tidak cukup untuk mengukur seberapa besar porsi masing-masing.

Selisih yield mengubah hasil jangka panjang - kalkulator pertumbuhan aset memperlihatkan perbedaan hasil akhir bila imbal hasil tahunan berbeda satu atau dua poin.

Buka kalkulator pertumbuhan aset →

SBN 2 tahun lebih jarang diperdagangkan daripada tenor 10 tahun. Seri ADB (data: Bloomberg) untuk 2 tahun memiliki beberapa periode harga datar 20-56 hari, dan blok harga beku Januari-Oktober 2006 dihapus, sehingga seri dimulai Oktober 2006. Ini bukan data resmi DJPPR atau Bank Indonesia. Pertumbuhan PDB kuartalan dihitung dari data IMF karena situs BPS tidak dapat diakses saat pengumpulan. Hanya tiga kuartal kontraksi yang dapat diuji, jadi pola di atas bukan bukti statistik.

Pertanyaan umum

Apa itu kurva yield terbalik?

Kurva terbalik terjadi bila yield tenor pendek lebih tinggi daripada tenor panjang, misalnya yield 2 tahun di atas 10 tahun. Di AS, kondisi ini sering disebut tanda resesi. Kurva SBN tidak pernah terbalik dalam 240 bulan sejak Oktober 2006; titik terdatarnya +10,7 basis poin pada Juni 2026.

Apakah kurva SBN yang datar berarti resesi akan datang?

Data Indonesia tidak mendukung kesimpulan itu. Kurva datar pada 2015-2016 dan 2023-2024 diikuti pertumbuhan sekitar 5% per tahun, sedangkan kontraksi 2020 dan 2021 terjadi saat kurva curam. Jumlah kejadian sedikit, jadi ini catatan sejarah, bukan aturan.

Mengapa yield 2 tahun lebih tinggi daripada BI-Rate?

Pada September 2026, yield 2 tahun 6,814% berada 106 basis poin di atas BI-Rate 5,75%. Instrumen Bank Indonesia sendiri juga diberi bunga di atas BI-Rate: sejak 13 Mei 2026 SRBI 6, 9, dan 12 bulan berbunga 6,21%, 6,31%, dan 6,45%. Data ini tidak cukup untuk menyimpulkan penyebab tunggal.

Sumber

  1. ADB AsianBondsOnline (data: Bloomberg) - Market Watch, yield LCY 2 dan 10 tahun ↗
  2. ADB AsianBondsOnline - Data portal ↗
  3. FRED - Selisih Treasury AS 10 tahun dikurangi 2 tahun (T10Y2Y) ↗
  4. IMF - Neraca nasional triwulanan (QNEA), PDB riil Indonesia ↗
  5. BPS - Ekonomi Indonesia triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen ↗
  6. Bank Indonesia - BI-Rate naik 50 bps menjadi 5,25% (20 Mei 2026; SRBI dan pembelian SBN) ↗
  7. Bank Indonesia - BI-Rate naik 25 bps menjadi 5,75% (18 Juni 2026) ↗
  8. BIS - Suku bunga kebijakan bank sentral (akhir bulan) ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya