IDR Beranda
Beranda · Kalkulator · Catatan
Catatan · Bahasa Indonesia

Utang Prancis 118,5% PDB, Indonesia 41,7%: mengapa yield SBN tetap lebih tinggi?

Prancis kini meminjam lebih mahal daripada Italia. Perbandingan utang, defisit, pertumbuhan, yield 10 tahun, dan peringkat kredit Prancis dan Indonesia dengan data IMF Oktober 2026, serta alasan aturan defisit 3% tidak otomatis membuat bunga SBN rendah.

CapsWindowTerbit:
DebtBond yieldsInterest ratesCredit ratingsEuropeFiscal policy

Prancis kini membayar lebih mahal daripada Italia untuk meminjam selama sepuluh tahun. Indonesia, dengan rasio utang sekitar sepertiga Prancis dan batas defisit 3% yang tertulis dalam undang-undang, membayar lebih mahal lagi. Catatan ini menaruh kedua negara di satu penggaris yang sama: utang, defisit, pertumbuhan, yield, dan peringkat, lalu melihat mengapa angka-angka itu tidak bergerak searah.

Apa yang terjadi di pasar obligasi Prancis?

Yield obligasi pemerintah Prancis (OAT) 10 tahun ditutup 4,79% pada 16 Oktober 2026, 137 basis poin di atas Bund Jerman 3,42%, menurut tabel harian ideal-investisseur yang bersumber dari Banque de France dan Bundesbank. Selisih itu masih 85 bp pada 2 September, lalu melebar ke 147 bp pada 2 Oktober, tertinggi dalam setahun terakhir.

4,994%

Yield OAT 10 tahun Prancis di dalam hari perdagangan 2 Oktober 2026, tertinggi sejak 2002 (Reuters via Boursorama). Hari itu ditutup 4,90%

Rekor intrahari itu dilaporkan Reuters lewat Boursorama. Italia, yang lama dianggap peminjam paling rawan di antara ekonomi besar zona euro, berada di sekitar 4,50% pada 16 Oktober (Trading Economics), sehingga Prancis kini membayar kira-kira 29 bp lebih mahal. Pada Juli 2025 urutannya masih terbalik.

Pemicunya gabungan fiskal dan politik. Rancangan anggaran 2027 yang diumumkan 1 Oktober menargetkan defisit turun dari 5,4% ke 5,0% PDB (Euronews), sementara utang menurut definisi Maastricht tetap naik dari 119,3% ke 121,7% PDB (Upside). Pemerintahan Perdana Menteri Sébastien Lecornu tidak memiliki mayoritas di majelis rendah, dan pemungutan suara pertama atas anggaran dijadwalkan 20 Oktober. Semua angka di catatan ini diambil sebelum pemungutan suara tersebut.

Satu penggaris: data IMF Oktober 2026

Rasio utang dan defisit tiap negara biasanya dihitung dengan definisi nasional yang berbeda-beda. Agar sebanding, tabel berikut hanya memakai IMF World Economic Outlook Oktober 2026 untuk semua negara.

Panduan visual

Satu penggaris: data IMF Oktober 2026

Utang 2026

  • Prancis118,5%
  • Italia137,9%
  • Jerman64,6%
  • Indonesia41,7%
  • Malaysia69,2%
  • Filipina60,5%

Skala linear yang sama dimulai dari nol. Pilihan entri dari tabel di bawah. Tanggal, satuan, definisi, dan batasan pada tabel serta teks tetap berlaku.

Sumber ↓

NegaraUtang 2019Utang 2026PerubahanSaldo fiskal 2026Pertumbuhan riil 2026
Prancis98,2%118,5%+20,3 poin−5,4%0,4%
Italia133,9%137,9%+4,0 poin−2,9%0,8%
Jerman58,3%64,6%+6,3 poin−4,3%1,3%
Indonesia30,6%41,7%+11,1 poin−2,9%5,1%
Malaysia57,1%69,2%+12,1 poin−3,5%5,2%
Filipina37,0%60,5%+23,5 poin−4,2%3,4%

Utang adalah utang bruto pemerintah umum, saldo fiskal adalah pinjaman/peminjaman neto pemerintah umum, keduanya dalam persen PDB; pertumbuhan adalah PDB riil. Angka 2026 masih estimasi IMF, dan kolom perubahan adalah perhitungan CapsWindow.

Dari tabel ini, Indonesia punya rasio utang terendah dan pertumbuhan tertinggi bersama Malaysia. Defisitnya persis sama dengan Italia, negara dengan utang tiga kali lipat. Rasio Indonesia memang naik 11,1 poin sejak 2019, lebih lambat daripada Prancis dan Filipina tetapi tidak datar; IMF memperkirakan 41,6% pada 2027, hampir sama dengan tahun ini.

IMF mengukur pemerintah umum, sedangkan Kementerian Keuangan melaporkan utang pemerintah pusat. Di CapsWindow, kartu utang memakai seri BIS untuk utang inti nominal pemerintah pusat, Rp9.655,6 triliun pada akhir 2025. Karena definisinya berbeda, angka itu tidak dibagi dengan PDB di sini dan tidak dicampur dengan tabel IMF.

Aturan fiskal Indonesia: 3% dan 60%

Batas yang sering disebut itu tertulis dalam Penjelasan Pasal 12 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: “Defisit anggaran dimaksud dibatasi maksimal 3% dari Produk Domestik Bruto. Jumlah pinjaman dibatasi maksimal 60% dari Produk Domestik Bruto.” Angka 3% dan 60% sama dengan nilai rujukan dalam aturan fiskal Uni Eropa yang juga berlaku bagi Prancis. Bedanya, Prancis saat ini berada jauh di atas keduanya, sedangkan Indonesia di bawah keduanya.

Batas itu tidak sepenuhnya tanpa perdebatan. Dalam pembahasan RUU Keuangan Negara pada 17 September 2026, Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun mencatat bahwa angka 3% dan 60% hanya ada di bagian penjelasan, bukan di batang tubuh pasal, dan bertanya, “apakah 3% itu menjadi sangat sakral?” (DDTC News). Sehari kemudian Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menjawab, “Kita tetap konsisten di bawah 3%, itu demi menjaga kredibilitas fiskal” (DDTC News). Belum ada keputusan untuk mengubah batas tersebut.

APBN 2027 yang disepakati DPR dan pemerintah menetapkan defisit 2,4% PDB, dengan pendapatan Rp3.435,1 triliun dan belanja Rp4.106,2 triliun (BKF Kemenkeu). Fitch sendiri menulis bahwa pelonggaran material kerangka fiskal, termasuk batas defisit 3%, akan melemahkan kredibilitas kebijakan (Fitch, Maret 2026). Dengan kata lain, aturan itu sendiri ikut menahan premi risiko, dan pasar memperhatikan apakah aturan itu bertahan.

SBN dan OAT: siapa membayar lebih mahal?

SBN 10 tahun membayar sekitar 2,45 poin persentase lebih tinggi daripada OAT Prancis. Namun selisih itu menyempit tajam pada September, karena kenaikan di Prancis jauh lebih cepat.

TanggalSBN 10 tahunOAT Prancis 10 tahunSelisih
2 September 20267,11%4,24%287 bp
2 Oktober 20267,18%4,90%228 bp
15-16 Oktober 20267,24% (15 Okt)4,79% (16 Okt)sekitar 245 bp

SBN dari ADB AsianBondsOnline (data: Bloomberg), OAT dari ideal-investisseur; selisih adalah perhitungan CapsWindow dari angka sebelum pembulatan. Dalam sebulan sejak 2 September, OAT naik 66 bp sementara SBN hanya naik 6 bp. Nilai ADB untuk 16 Oktober belum tersedia saat catatan ini ditulis; CNBC Indonesia melaporkan yield SBN 10 tahun naik sekitar 8 bp ke 7,34% pada pagi hari itu, dari sumber harga yang berbeda.

Perbandingan level saja menyesatkan, karena titik awal kedua negara berbeda. Yang lebih adil adalah melihat berapa tambahan yang diminta investor di atas suku bunga kebijakan masing-masing.

NegaraYield 10 tahunSuku bunga kebijakanSelisih
Indonesia7,24% (15 Okt)BI-Rate 5,75%+1,49 poin
Prancis4,79% (16 Okt)deposito ECB 2,50%+2,29 poin
Italiasekitar 4,50% (16 Okt)deposito ECB 2,50%sekitar +2,00 poin
Jerman3,42% (16 Okt)deposito ECB 2,50%+0,92 poin
+2,29 vs +1,49 poin

Selisih yield 10 tahun di atas suku bunga kebijakan: Prancis (OAT 4,79% dikurangi deposito ECB 2,50%, 16 Oktober) dibanding Indonesia (SBN 7,24% dikurangi BI-Rate 5,75%, 15 Oktober). Perhitungan CapsWindow

Dilihat dengan cara ini, gambarnya berbalik. Sebagian besar yield SBN yang tinggi sudah terkandung dalam BI-Rate, yang dinaikkan total 100 bp pada Mei-Juni 2026 untuk menstabilkan rupiah dan kini berada di 5,75% dengan inflasi September 3,28% (Bank Indonesia). Di atas fondasi itu, tambahan yang diminta investor untuk tenor 10 tahun lebih kecil daripada di Prancis. Premi khusus Prancis justru terlihat di sini: 2,29 poin di atas ECB, lebih tinggi daripada Italia dan lebih dari dua kali lipat Jerman.

Mengapa aturan yang ketat tidak membuat yield rendah?

Rasio utang dan aturan defisit menjawab pertanyaan “berapa besar utangnya”. Yield menjawab pertanyaan lain: berapa imbalan yang diminta investor untuk memegang aset dalam rupiah selama sepuluh tahun. Ada empat lapisan yang membuat jawaban keduanya berbeda.

  • Mata uang. Prancis meminjam dalam euro, mata uang yang diterbitkan ECB dan dipakai di seluruh zona euro. SBN rupiah membuat investor asing menanggung risiko kurs. Menurut laporan NPI triwulan II 2026, kepemilikan asing di SUN rupiah sekitar 48,4 miliar dolar AS atau 15,5%. Ketika rupiah melemah, investor asing menuntut imbal hasil lebih tinggi, dan BI cenderung menaikkan BI-Rate untuk menahan rupiah, sehingga keduanya mendorong yield ke arah yang sama.
  • Bunga terhadap pendapatan, bukan terhadap PDB. Rasio utang Indonesia rendah, tetapi basis penerimaannya juga tipis. Fitch memperkirakan pembayaran bunga sekitar 17% dari pendapatan pemerintah pada 2025, termasuk yang tertinggi di kelompok peringkat BBB, meski proyeksi rasio utang 2026 sebesar 41% PDB jauh di bawah median BBB 57,3% (Fitch).
  • Kredibilitas kebijakan. Dua lembaga pemeringkat menurunkan prospek Indonesia ke negatif pada 2026 dengan alasan keterprediksian dan konsistensi kebijakan, bukan besarnya utang. Investor membayar aturan yang dipercaya akan dipatuhi, bukan sekadar aturan yang tertulis.
  • Premi pasar berkembang. Ketika MSCI mengusulkan pemindahan Indonesia ke status Standalone, IHSG turun 11,57% pada 16 Oktober (Okezone), rupiah melewati Rp18.000 per dolar, dan BI menyatakan intervensi termasuk membeli SBN di pasar sekunder (ANTARA). Saham, kurs, dan obligasi bergerak bersamaan karena investor menilai risiko Indonesia sebagai satu paket. Catatan CapsWindow tentang klasifikasi MSCI membahas peristiwa itu lebih rinci.

Pertumbuhan menjadi penyeimbangnya. Dengan pertumbuhan riil 5,1% menurut IMF, ekonomi Indonesia membesar jauh lebih cepat daripada Prancis yang 0,4%, sehingga utang dengan nominal yang sama menjadi bagian yang makin kecil dari PDB. Itu salah satu alasan rasio Indonesia diperkirakan hampir datar meski ada defisit dan bunga yang tinggi.

Peringkat kredit: Prancis dan Indonesia

LembagaPrancisIndonesia
S&PA+, stabil (29 Mei 2026)BBB, stabil (13 Juli 2026)
Moody’sAa3, negatif (10 April 2026)Baa2, negatif (5 Februari 2026)
FitchA+, stabil (28 Agustus 2026)BBB, negatif (4 Maret 2026)

Peringkat Prancis dari Agence France Trésor. Peringkat Indonesia dari publikasi Bank Indonesia atas tindakan S&P, Moody’s, dan Fitch; tanggal adalah tindakan terakhir yang ditemukan.

Selisihnya empat tingkat di S&P dan Fitch, lima tingkat di Moody’s. Indonesia berada satu tingkat di atas batas terendah layak investasi (BBB− atau Baa3). Alasan yang ditulis lembaga pemeringkat juga menarik: Fitch menyebut rasio utang yang relatif rendah sebagai kekuatan, S&P mencatat komitmen pemerintah menjaga defisit di bawah 3%, sementara Moody’s dan Fitch menurunkan prospek karena ketidakpastian kebijakan. Aturan fiskal yang ketat dihitung sebagai poin plus, tetapi tidak cukup untuk menutup jarak peringkat dengan Prancis.

Angka yang perlu dipantau

  • Kecepatan utang. IMF: 40,9% (2025), 41,7% (2026), 41,6% (2027). Rasio yang datar lebih penting daripada level yang rendah.
  • Bunga. Asumsi yield SBN 10 tahun dalam APBN 2027 adalah 6,9% dan kurs Rp17.500 per dolar (BKF Kemenkeu). Pada pertengahan Oktober pasar berada di sekitar 7,24% dan Rp18.000. Ini perbandingan asumsi dengan pasar saat ini, bukan perkiraan.
  • Pertumbuhan. APBN 2027 memakai asumsi 6,0%, sementara IMF memperkirakan 5,1% untuk 2026.
  • Aturan. Nasib batas 3% dalam pembahasan RUU Keuangan Negara.
  • Kalender. Pemungutan suara anggaran Prancis 20 Oktober dan pengumuman RDG BI 21 Oktober.

Bagi rumah tangga, yield yang lebih tinggi berarti dua hal: imbal hasil instrumen rupiah lebih besar, tetapi biaya pinjaman juga lebih mahal, dan inflasi menggerus nilai tabungan dari sisi lain.

Hitung kebutuhan dana masa depan dengan asumsi Anda →

Data pasar Prancis diambil sebelum pemungutan suara anggaran 20 Oktober 2026, dan hasil RDG BI 21 Oktober belum diketahui. Catatan ini tidak memperkirakan arah yield, kurs, maupun peringkat. Tanggal yield tidak selalu sama (SBN 15 Oktober dari ADB/Bloomberg, OAT 16 Oktober dari data Banque de France), dan sumber harga yang berbeda bisa memberi angka sedikit berbeda. Rasio utang IMF memakai definisi pemerintah umum yang bisa berbeda dari utang pemerintah pusat versi Kementerian Keuangan; rasio pembayaran bunga Fitch juga tidak disusun dengan definisi yang sama dengan angka anggaran Prancis, sehingga tidak dibandingkan langsung.

Pertanyaan umum

Mengapa yield SBN lebih tinggi daripada Prancis padahal rasio utang Indonesia jauh lebih kecil?

Karena yield tidak hanya mencerminkan rasio utang. Dasarnya berbeda: BI-Rate 5,75%, sedangkan suku bunga deposito ECB 2,50%. Investor SBN juga menanggung risiko kurs rupiah, dan peringkat Indonesia BBB/Baa2 dibanding A+/Aa3 untuk Prancis. Bila dihitung di atas suku bunga kebijakan, tambahan yang diminta investor justru lebih besar untuk Prancis (+2,29 poin) daripada Indonesia (+1,49 poin).

Di mana batas defisit 3% dan utang 60% PDB diatur?

Dalam Penjelasan Pasal 12 ayat (3) UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara: defisit anggaran dibatasi maksimal 3% PDB dan jumlah pinjaman maksimal 60% PDB. Batas itu ada di bagian penjelasan, bukan di batang tubuh pasal. Pada September 2026 Komisi XI DPR mempertanyakan batas 3% dalam pembahasan RUU Keuangan Negara, dan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyatakan pemerintah tetap konsisten di bawah 3%. Defisit APBN 2027 ditetapkan 2,4% PDB.

Berapa peringkat kredit Indonesia saat ini?

S&P BBB dengan prospek stabil (dipertahankan 13 Juli 2026), Moody's Baa2 dengan prospek negatif (5 Februari 2026), dan Fitch BBB dengan prospek negatif (4 Maret 2026), menurut publikasi Bank Indonesia. Moody's dan Fitch menyebut risiko turunnya keterprediksian dan konsistensi kebijakan, bukan tingginya utang. Prancis: S&P A+, Moody's Aa3, Fitch A+.

Sumber

  1. IMF DataMapper - Utang bruto pemerintah umum, % PDB (WEO Oktober 2026) ↗
  2. IMF DataMapper - Saldo fiskal pemerintah umum, % PDB (WEO Oktober 2026) ↗
  3. IMF DataMapper - Pertumbuhan PDB riil (WEO Oktober 2026) ↗
  4. ideal-investisseur - Selisih OAT-Bund harian (data Banque de France dan Bundesbank) ↗
  5. Boursorama (Reuters) - OAT 10 tahun tertinggi sejak 2002 ↗
  6. Trading Economics - Yield obligasi pemerintah Italia 10 tahun ↗
  7. Euronews - Rancangan anggaran Prancis 2027 (1 Oktober 2026) ↗
  8. Upside - Defisit 5% dan utang 121,7% dalam anggaran Prancis 2027 ↗
  9. Agence France Trésor - Peringkat kredit Prancis ↗
  10. ADB AsianBondsOnline (data: Bloomberg) - Indonesia ↗
  11. JDIH Kemenkeu - UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara ↗
  12. BKF Kemenkeu - Banggar DPR dan pemerintah sepakati RUU APBN 2027 (24 September 2026) ↗
  13. DDTC News - DPR usul batas defisit APBN 3% direvisi (17 September 2026) ↗
  14. DDTC News - Kemenkeu konsisten di bawah 3% PDB (18 September 2026) ↗
  15. Bank Indonesia IRU - S&P mempertahankan peringkat BBB, prospek stabil (13 Juli 2026) ↗
  16. Bank Indonesia IRU - Moody's mempertahankan Baa2, prospek negatif (5 Februari 2026) ↗
  17. Bank Indonesia IRU - Fitch mempertahankan BBB, prospek negatif (4 Maret 2026) ↗
  18. Fitch Ratings - Komentar tindakan peringkat Indonesia, Maret 2026 (dokumen di situs BI) ↗
  19. Bank Indonesia - Laporan Neraca Pembayaran Indonesia triwulan II 2026 ↗
  20. Bank Indonesia - BI-Rate tetap 5,75% (23 September 2026) ↗
  21. CNBC Indonesia - Rupiah tembus Rp18.000 (16 Oktober 2026) ↗
  22. ANTARA - Bank Indonesia intervensi saat rupiah sentuh 18.000 ↗
  23. Okezone - IHSG ditutup anjlok 11 persen ke level 5.185 ↗

Kalkulator

Jelajahi lainnya